Pelan-pelan digesernya tubuh kami beringsut ke bawah pancuran. Dan ketika curahan air mulai menimpa-nimpa, rasa segar langsung terasa. Basahlah seluruh tubuh kami....
Dua malam sudah kami menginap di rumah kebun milik Om Tei. Dua malam yang penuh dengan cinta dan gelora birahi. Dua malam...
Musik blues masih terus mengalun dari piringan hitam milik Om Tei. Bahar masih dalam posisi memunggungiku. Kedua tangannya kini pindah ke bagian...
Data survey yang telah kuolah hampir sembilan puluh persen selesai. Aku tinggal memberikan beberapa ulasan saja yang menurutku tak terlalu banyak membutuhkan...
Laki-laki di depanku ini tampaknya memang orang yang lugu. Ia sama sekali tak risih bertelanjang di depan orang lain. Menurutku wajahnya biasa...
Bandara Sam Ratulangi, Senin siang, 11.09 WITA Jadwal keberangkatan Bahar ke Surabaya akan menjelang beberapa jam lagi. Kesibukan di Bandara belum begitu...
Tibalah saat perpisahan kami.. Terbanglah kekasihku, bisikku dalam hati. Terbanglah dan nikmati perjalanan dan tugas-tugasmu. Aku akan selalu merindukanmu.. Kami segera segera...
Bahar datang menjemputku sekitar jam satu, ketika matahari sedang terik-teriknya membakar ubun-ubun. “Sudah makan ‘Bang?” sapaku begitu ia tiba di kedai Pak...
Sebenarnya banyak kebiasaan-kebiasaan orang di kapal itu yang memungkinkan terjadinya kontak seksual di antara komunitasnya, termasuk Bahar dan Sam. Bayangkan, mereka biasa...
Sepulang dari Pandu, Bahar akhirnya mau mampir ke mess dan bertemu dengan Pak Gunawan. Aku sengaja mempertemukan mereka secara terbuka agar masing-masing...
Aku sempat terhenyak ketika ia berusaha memelukku. Kaget dan merasa risih karena aku masih berkeringat. Tapi ia memaksa. Dan akhirnya aku pun...
Hujan di luar makin deras. Tetes airnya menimpa-nimpa atap seng dan menimbulkan bunyi agak berisik. Kami berdua masih di atas sofa. Berpelukan....
Bahar lalu mulai membelitkan kedua kakinya pada pinggangku dan akupun lalu berusaha memeluk dia sambil kuciumi bibirnya dengan bernafsu. Nafas kami saling...
“Dengan bokong sepadat ini.. Dan..” lanjutnya sambil tangannya terus merayap ke depan melewati lipatan pahaku, kemudian berhenti menggenggam benda bulat panjang milikku...
Kemarin, sekitar jam 8 malam aku mendapat telepon dari Bahar. Itu menurut Pak Roy yang kebetulan menerimanya. Bahar telepon lewat jalur sentral....