“Je’s ngga peduli. Itu pacar kamu, shit..!” aku mendengar Jessica mengumpat kalang kabut dengan logatnya daerahnya. Upay sudah pamit pulang sejak tadi....
Kunjungannya Di Kotaku Saat yang kunantikan tiba, Yonash datang dari Melbourne, aku menjemputnya dari Airport, bagai dua sejoli yang dimabuk asmara membara,...
Di Negeri Sakura December akhir 1998, Yonash harus pulang ke Indonesia, sebulan kemudian Yonash tulis surat bahwa dia sudah di Negeri ‘Sakura’,...
Beberapa tahun yang lalu aku bertemu dengan calon suamiku, seorang dokter muda yang sedang naik daun. Ketika ia mulai mengunjungi rumahku dan...
Malu-malu dia berusaha menghindar, tapi terpegang juga olehku barang kepunyaannya. Lucunya setelah terpegang dia tidak terus berontak, malah dibiarkannya aku mengusap-usap alat...
Tangan-tangan Eka menggapai bantal dan seprei yang ada disekelilingnya. Menggegamnya erat-erat seakan menahan sesuatu yang tak ingin ia lepaskan lebih dahulu. Diiringi...
Dalam Pesawat Menuju Ke Australia Perjalanan tali cinta antara aku dan Yonash ini sangat tidak kusangka sebelumnya, aku merasa bahwa hidup perkawinanku...
Mendung bergelayut diatas sekumpulan orang yang sedang bergerombol mengitari liang di sebuah pemakaman umum di kota Surabaya yang panas. Suasana sedih tampak...
Eka bangkit dari tempat duduknya mendekat ke tempat Antok duduk. Tapi Antok sudah terburu menghamburkan tubuhnya ke tempat tidur dan membenamkan mukanya...
Sesaat kemudian ayah dan ibunya ikut duduk di meja makan. “Kamu apakan mereka sampai pada lari keluar rumah?”, tanya ayahnya pada Eka....
Siang itu aku baru saja mengantar Milla ke bandara, Milla sengaja pulang ke Surabaya setelah mendapat kabar ayahnya masuk rumah sakit karena...
Sambil terus ku jelajahi dengan bibir dan lidahku perlahan aku mulai kembali menarik celana dalam itu, kali ini Anna mengangkat pantatnya dan...
Rupanya bus sudah sampai disebuah rumah makan di daerah Gunung Medan. Ina rupanya terbangun karena silaunya cahaya lampu, mula mula matanya terbuka...
“Oup” Dia kaget dan geli ketika merasakan gerakan reflek penisku disaat kesentuh tangan halusnya. “Nggak pa pa.. Ayo” Kembali kutuntun tangannya, kali...
Kukecup leher Ina.. “Bang.. Hati hati.. Jangan dicupang, ntar kelihatan” “I.. ya, jangan kua.. tiir” Aku terus mengembara dengan bibirku, kecupan demi...