Solo
Nasi Liwet Yu Sani








Setelah perut panas di Bu Narti, kami mencari makanan yang bisa mendinginkan perut. Dari beberapa tempat es krim yang ada di Yogya, pilihan saya jatuh ke Iconic Gelato and Bistro. Pilihan ini didasari juga karena cafe ini menjual tidak hanya es krim tapi juga experience makan dikelilingi figure arts – yang membuat Rizky sebagai pecinta mainan sangat bahagia. Es krim regal andalannya sayangnya sudah sold out saat kami tiba, jadi kami mencoba rasa lain yang standar saja. Tapi tidak menyesal karena tempatnya enak untuk nongkrong dan ‘beda’ aja sama cafe pada umumnya. Iconic Gelato and Bistro buka setiap weekdays jam 10:00-23:00 dan setiap weekend jam 10:00-24:00.


Mangut Lele Mbah Marto
Another tempat makan yang tidak menjual makanan saja tapi juga experience. Kali ini, experiencenya adalah experience makan di rumah Mbah Marto apa adanya, ngambil makanannya langsung ke dapurnya, duduk di meja makan rumahnya. Benar-benar seadanya banget tempatnya, tapi makanannya (kata Rizky) enak banget! Mbah Marto ini menu andalannya adalah mangut lele, semacam lele bumbu pedas. Karena saya nggak makan lele, jadi saya tidak bisa menilai hehe tapi ini seenak itu karena Rizky nambah. Untuk saya yang nggak makan lele, Mbah Marto juga menjual nasi gudeg komplit sama ayam opor dan kreceknya. Nasi gudegnya sendiri buat saya oke-oke saja, tapi mungkin agak pahit untuk yang nggak suka gudeg yang dicampur dengan daun pepaya. Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di belakang kampus ISI Yogyakarta, buka setiap hari jam 10:00-21:00. Satu porsi nasi+mangut lele Rp 20.000 saja.


Bakmi Jowo Mbah Hadi
Bakmi djowo ini adalah salah satu favorit teman kami, Mursyid, yang kuliah di UGM dan menjadi guide kami selama di sini. Setelah hidup di Bandung di sebelah restauran Bakmi jowo yang lumayan enak, saya bisa bilang Bakmi jowo Mbah Hadi ini enak sih. Tapi surprisingly, bihun gorengnya lebih enak lagi!! Belum pernah saya makan bihun goreng seenak itu (pakai mecin apa gimana ya?? enak banget). Bakmi jowo ini terletak di sebelah SPBU di Jalan C. Simanjuntak, buka jam 18:00-20:00. Satu porsinya sekitar Rp 25.000.

Sate Kelinci Pak Jimsan
Dalam perjalanan turun dari Museum Ulen Sentalu dan Museum Merapi, teman kami merekomendasikan untuk mencoba sate kelinci. Hasil browsing kami, yang paling top nya adalah Sate Kelinci Pak Jimsan. Sesampainya di sana, sudah agak curiga kok sepi ya? Saat itu jam makan siang lewat sedikit – dan yang makan di sana hanya kami. Ternyata karena memang sate kelincinya biasa aja, gaes. Makan di sini berdua menghabiskan Rp 66.000, itu pun sate kelincinya 5 tusuk saja. Bagi kalian yang sedang turun gunung dari Merapi, sepertinya lebih recommended untuk mencoba Kopi Klotok instead of ke sini.

Gudeg Kulon Tugu
Gudeg tugu adalah gudeg kedua yang saya coba di kota gudeg ini. Buat saya yang besar dengan gudeg manis, gudeg kulon tugu ini kurang manis, walau rasanya tetap enak. Tetap saja rasanya ada yang kurang, tidak seperti set gudeg yang biasa saya makan. Buat Rizky yang nggak suka manis dan suka pedas gudeg tugu ini cocok, karena kreceknya pedas. Sesungguhnya saya kepo banget sama Gudeg Bromo Bu Tekluk yang ngantrinya nggak nyantai, tapi dia baru buka jam 23:00. Rasanya niat banget ngantri dan makan tengah malem demi sepiring gudeg. Nah Gudeg Kulon Tugu ini buka dari jam 19:00, jadi masih normal untuk makan malam. Satu porsi gudeg degna berbagai pilihan lauknya sekitar Rp 24.000.

Gudeg Bu Amad
Di hari terakhir di Yogya, kami mampir ke Gudeg Bu Amad yang lokasinya dekat dengan UGM tempat teman kami wisuda. Bisa dibilang, dari semua gudeg yang saya coba Gudeg Bu Amad ini yang paling mendekati the real gudeg yang biasa saya makan sejak kecil (padahal yang biasa dimakan gudeg Bekasi, gimana bisa dibilang the real gudeg ya wk). Gudegnya manis, tapi memang terlalu manis sih – karena ayamnya bukan ayam opor. Satu porsi gudeg ini lumayan harganya, sekitar Rp 35.000. Mereka juga menyediakan gudeg yang siap packing dibawa pulang untuk oleh-oleh.

Tempo Gelato
Perjalanan kami ditutup dengan tempo gelato di siang hari yang panas. Salah satu cabang Tempo Gelato berlokasi di dekat Gudeg Bu Amad, jadi kami jalan kaki kesana. Sayangnya lokasi yang ini AC nya nggak terlalu terasa, jadi mendinginkan badannya purely rely on the gelato. Saya pesan gelato yang milk-based sementara Rizky pesan sorbet. Keduanya enak! Nggak heran jadi restoran gelato legendarisnya Yogya. Must try kalau ke Yogya!

Penutup
Buat oleh-oleh, saya beli Bakpia Kurniasari rasa keju dan cokelat favorit yang digosend-in ke hotel, karena saya terlalu mager untuk mengantri. Walau perjalanan Yogya Solo chapter ini sudah berakhir, sebenarnya masih ada list tempat kuliner yang ingin dikunjungi: Milk by Artemy, Gudeg Sagan, Kopi Klotok, RM Demangan, dan masih banyak lagi. See you on another culinary trip, Yogya Solo!
Love,


, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.