
Cafe & Resto. Beberapa kali makan di sana, rasanya belum ada satu pun
menu yan rasanya gagal.

mungkin sekitar Juli 2025. Namanya menjadi Umanusa resto. Kemudian saya
juga jadi ingat, ada 2 kunjungan ke Meeting Point Cafe & Resto yang
belum diulas di blog ini.
Silakan baca:
Mayasari Meeting Point Bandung Menjelang Akhir Tahun
Makan Siang di Meeting Point, Sebelum Rebranding

Umanusa menawarkan berbagai menu nusantara. Kalau lihat buku menu
onlinenya, sepertinya ada beberapa menu yang masih dipertahankan. Dan,
kalau lihat profil IG Umanusa tertulis ‘by Meeting Point Coffee”, tebakan
saya kemungkinan rasanya masih sama. Berarti kemungkinan masih sama-sama
enak.

jalan Pasteur. Restonya ada di lantai 2. Sedangkan bagian bawah adalah
Mayasari Bakery, toko yang menjual aneka kue, roti, dan snack. Bila
dibandingkan dengan cabang di dekat stasiun, di sini lebih luas dan
nyaman. Tapi, ini saya bicara sebelum rebranding, ya. Saya gak tau setelah
mengubah namanya, ada perubahan luas dan suasana atau enggak.
Pastinya yang berubah ada di menunya. Saya sempat melihat buku menu online
Umanusa, udah gak ada menu western dan Asia lainnya. Fokus ke makanan
nusantara sesuai namanya. Dan, sepertinya menambah beberapa menu
nusantara.
Ada beberapa alasan kenapa saya tetap memilih menuliskan pengalaman makan
siang di Meeting Point, yaitu:
-
Mencatat kenangan. Ya, meskipun restonya sudah berganti nama,
kenangan tetap ada. Tujuan utama blog ini kan mencatat kenangan. Gak
sekadar mereview kuliner atau tempat wisata.
-
Beberapa menu masih sama. Seperti yang saya bilang di atas, sepertinya
masih dalam manajemen yang sama. Bebarapa menu lama masih ada,
kemungkinan rasanya pun masih sama.
Nasi Hainam yang Tinggal Kenangan

Saya memesan Nasi Goreng Seafood. Rasanya enak, meskipun bukan yang paling
istimewa. Seperti yang saya katakan di awal, semua menu yang pernah kami
pesan di Meeting Point belum ada yang gagal. Tapi, tentunya ada beberapa
menu yang menurut kami memang paling enak.

Suami pesan Nasi Goreng Jawa. Aromanya aja udah enak banget! Kami pun
sibuk menerka-nerka. Apakah yang bikin aromanya enak ini pakai salah
satu merk kecap lokal? Kami menyukai salah satu merk kecap lokal di
Bandung yang rasa dan aromanya memang enak.
Rasanya juga enak. Nasi gorengnya terlihat coklat pekat, tapi gak
kemanisan. Semuanya terasa pas bumbunya. Alhamdulillah. Kalau
dibandingkan dengan nasi goreng seafood, nasi goreng jawa pilihan suami
ternyata lebih enak.

Nai pesan Nasi Hainam. Nah, ini udah gak ada lagi di menu Umanusa.
Padahal enak, lho. Hiks! Yatapi, mungkin, karena nasi hainam bukan
termasuk menu nusantara.
Saya lupa untuk kisaran harga makanan dan minuman di Meeting Point.
Seingat saya, sekitar Rp35 ribu s/d Rp50 ribu lah. Kalau pun ada yang di
atas Rp75 ribu, seingat saya menu sop buntut dan semacamnya. Itu kalau
gak salah ingat. Pokoknya masih standard, lah. Porsinya juga saya suka
karena bikin kenyang.

Minumannya, saya pesan air mineral (air putih). Di sana dikasih Ron88
unruk air putihnya. Nai memilih Lychee Tea, dan suami pesan Dilmah earl
grey tea. Kayaknya suami saat itu lagi seneng teh Dilmah earl grey.
Beberapa kali makan di beberapa resto, pesannya teh jenis ini kalau
memang ada di menu.
Nah, earl grey tea sepertinya juga udah gak ada di menu Umanusa. Mungkin
karena bukan teh khas Indonesia? Tapi, untuk varian minum kopinya
sepertinya masih sama. Affogato yang pernah saya pesan, masih jadi salah
satu menu kopi di Umanusa.

Untuk Affogatonya bisa memilih es krimnya. Kalau saya sih udah pasti
vanilla, deh. Udah paling klop itu vanilla es krim ketemu kopi.
Fasilitas di Meeting Point

dekat stasiun, posisinya di lantai yang sama. Sedangkan di jalan
Setiabudi ini, toko roti dan kue di lantai bawah. Sedangkan restonya di
lantai atas.

Sayangnya, toilet hanya ada di lantai bawah. Toiletnya bersih, terpisah
untuk laki-laki dan perempuan. Tapi, jadinya agak sedikit merepotkan
untuk saya yang terkadang lututnya suka rewel. Untung aja selama makan
di sana, gak kebelet pipis.

Mushola juga disediakan di lantai satu. Gak besar, hanya bisa satu
orang. Tapi, lumayan lah ya. Bersih dan tenang juga karena gak ribet
cari tempat buat sholat. Terlihat ada 2 mukena digantung di mushola.
Mungkin untuk pengunjung yang lupa bawa mukena. Sepintas terlihat
bersih. Tapi, saya gak mengecek lebih detil karena tidak
menggunakan.

area tersebut. Itu menuju ke dapur resto.
Lokasinya gak sulit dicari. Kalau Sahabat KeNai naik travel Baraya dari
Pasteur Bandung, ini masih satu area. Atau pulang ke Jakarta lewat tol
Pasteur, kemungkinan besar akan melewati Meeting Point.
Umanusa Resto & Cafe

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










