Dari informasi diatas lokasi Pascal Food Market sudah muncul, kemudian GPS mulai dinyalakan dan dari sinilah awal dari terjadinya jalan-jalan keliling sekitar lokasi.
Mengacu pada petunjuk yang ada bahwa jalan terdekat dari Pascal Food Market berada di seberang rel kereta api melewati jl. Industri sebelah timur. Pertama melewati jalur tersebut terlihat biasa-biasa saja, namun ketika mengikuti jalur tersebut mulailah ada rasa bimbang karena jalur tersebut melewati daerah pemukiman padat penduduk dengan kondisi jalan yang tidak begitu lebar. Dari sini sebelum semakin jauh saya memutuskan untuk balik arah dan mengambil dari jalur lain.
Jalur kedua saat itu melewati jl. Kebon Jati – jl. Arjuna – jl. Industri. Berjalan mengikuti jalur tersebut masih aman-aman saja dan ternyata jalur alternatif tersebut yang ada di GPS mengarah ke pemukiman padat penduduk lagi. Disini saya mencoba untuk masuk lebih jauh, lebih jauh, dan akhirnya lama kelamaan bertemu di gang buntu. Fix kalau akhirnya tersesat karena jalur kedua ini juga sama seperti jalur sebelumnya.
Menganilisis dari kedua kesalahan tersebut akhirnya kami kembali ke arah jl. Pasirkaliki, disini terlihat cuma ada satu jalan tetapi jalan itu tidak begitu menyakinkan karena menuju ke arah hotel. Sebelum beranjak lebih lanjut, kita memutuskan untuk nekat saja masuk dan sudah mempersiapkan segala kemungkinannya. Mulai masuk ke area hotel dengan tetap melihat di GPS dan ternyata setelah dua kali salah jalur akhirnya sampai juga dilokasi yang kami cari yaitu Pascal Food Market.
![]() |
Pascal Food Market Bandung |
Disana waktu itu fasilitas untuk parkir kendaraan roda dua memang masih ala kadarnya mungkin karena disana masih ada pembangunan gedung jadinya belum sepenuhnya difasilitasi. Sedangkan untuk di area Food Marketnya sendiri sudah sangat lengkap kulinernya dan design eksteriornya kekinian banget.
![]() |
Pascal Food Market Bandung |
![]() |
Pascal Food Market Band |
Sampai di Pascal Food Market ternyata tidak satupun kuliner yang ada disana kami coba, mungkin karena sudah terlalu lama lelah putar-putar sebelumnya sehingga nafsu makanpun menjadi berkurang. Selain itu dari list harganya juga cukup menjadi pertimbangan jadinya di disana hanya sekedar berkeliling lokasi dan mengabadikannya beberapa moment saja.
Oh iya sebelumnya saya juga mau memberitahukan kalau alasan tidak bertanya kepada warga disana dikarenakan waktu itu kesulitan komunikasi maklumlah disana kan mayoritas menggunakan bahasa sunda, berbeda dari bahasa sehari-hari saya yang menggunakan bahasa jawa. Tetapi itulah yang dicari dimana kita bisa lebih mengenal tentang keberagaman bangsa ini.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.