
Larangan mendaki gunung yang berketinggian 2.386 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) pada malam hari ini sudah diberlakukan sejak 29 Januari 2015 lalu. Larangan itu dikeluarkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Jawa Timur.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram menjelaskan gas beracun meningkat karena hujan lebat akhir-akhir ini. ”Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan aktivitas gas solfatara di Kawah Ijen meningkat. Gas itu sangat beracun. Pada malam, tingkat gas beracunnya lebih tinggi,” terangnya, (4/2).
Menurutnya pada malam hari gas solfatara tidak bisa terurai. ”Siang hari pendakian tetap kita buka karena gas tersebut bisa terurai oleh matahari. Kalau malam, kita tutup,” ujarnya.
Eka belum bisa memperkirakan sampai kapan pendakian malam dibuka kembali mengingat curah hujan masih tinggi sampai sekarang. “‘Kalau hujan dan gas solfatara-nya berkurang, kita buka lagi pendakian pada malam,” terangnya.
Akibat penutupan pendakian malam hari, pendaki yang ingin menikmati blue fire terpaksa gigit jari. Soalnya, fenomena si-api biru yang mendunia ini hanya bisa disaksikan pada malam.

Gunung Ijen yang terletak di Barat Kota Banyuwangi, Jawa Timur tergolong gunung api aktif. Depanjang tahun wisatawan asing dan domestik banyak yang berburu keindahan kawah belerangnya., terutama blue fire-nya.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.