Akhir tahun 2011 saya traveling ke NTT disitulah saya mulai mengotak atik itinerary ,pokoknya saya harus memasukan kapal pelni sebagai moda angkutan pada perjalanan saya ,terserah tujuan asal kota dan akhirnya.Setelah membuka website www.pelni.co.id dapatlah kota dan waktu yang cocok .Waktu itu saya ambil rute Larantuka –Makasar nama kapalnya SIRIMAU,melayani jalur barat sampai jalur timur Indonesia.
Harga tiketnya untuk jurusan Larantuka – Makasar kelas ekonomi rp 178000 berlayar selama 24 jam,lama bener yah.eehh itu belum seberapa loh ,ketika saya ngobrol dengan bapak-bapak dan seorang anaknya ,tujuan mereka adalah Batam …iya Batam, pulau yang berada di sebelah barat Indonesia yang berhimpitan dengan singapura .Kata si bapak memerlukan waktu satu minggu perjalanan menuju Batam *pingsan*.Duh seandainya bapak itu tau tiket pesawat zaman sekarang itu murah-murah *colek tony Fernandez*
Saat itu pelabuhan ramai sekali dengan orang-orang yang sedang menunggu kapal.saya duduk saja sambil menikmati bakso(jauh jauh ke flores makannya bakso).Dikegelapan malam terlihat sinar yang cukup terang di kejauhan
“itu sirimau” kata si mbak tukang bakso
saya ternganga-nganga melihat kapal yang begitu besar dan begitu cantik dikejauhan,ya itulah kapal yang akan saya naiki sesaat lagi.Penumpang diperbolehkan naik setelah penumpang lain yang sudah sampai tujuannya turun.
 |
kapal pelni sirimau sedang merapat di pelabuhan makassar |
Pelan-pelan saya menaiki tangga untuk masuk kedalam kapal .Kalau dari luar terlihat bagus dan gagah tidak untuk didalamnya, keadaanya bener-bener semrawut apalagi yang kelas ekonomi.Saya baru mengerti istilah kapal pecah itu mungkin berdasarkan keadaan didalam kapal pelni inilah yang begitu berantakan.Saya duduk dibangku panjang tanpa mencari tempat untuk tidur terlebih dahulu,saya ingin membaca situasi.Didepan saya banyak pria-pria kekar lalu lalang ,mereka bukan penumpang.Dengan membayar sepuluh sampai duapuluh ribu rupiah ,mereka bisa mencarikan kita tempat tidur dan secepat kilat mencari tempat –tempat yang kosong karena mereka tahu situasinya.
Tiba-tiba pundak saya ditepuk oleh seorang penumpang yang sepertinya berpengalaman.Mungkin dia melihat saya kelihatan seperti pendatang yang baru menaiki kapal pelni
“sabar aja mas,kapal ini berangkat para calo-calo itu turun kok dan mas bisa cari tempat dengan leluasa” kata penumpang itu
“kapal ini gak rame rame amat kok,banyak tempat kosong apalagi dibawah” lanjutnya
“Okesip,makasih ya pak atas infonya” kata saya
Saya menelusuri dorm demi dorm ,rupanya kelas ekonomi cuma ada 2 lantai yang letaknya dibawah keadaanya jauh dari bayangan saya .Satu ruangan terdiri dari beberapa tempat tidur yang terbuat dari kayu yang memanjang dan tidak ada sekatnya ,supaya lebih nyaman ada penyewaan kasur seharga sepuluh ribu rupiah.Ruangannya pengap nggak ada jendela (yakaleee ada jendela ,banjir dong),ada kaca tembus pandang yang pemandangannya cuma air,yang paling ganggu banyak orang merokok di dalam ruangan padahal sudah berkali-kali diperingatkan untuk nggak merokok di dalam ruangan .
 |
suasana di dek 2 |
Bagaimana kamar mandinya? Wah baunya nggak nahan pesing kuadrat,untungnya ruangan saya jauh dari wc laknat itu .Kasihan juga sama orang-orang yang ada diruangan yang berdekatan dengan wc tersebut sekali membuka pintu wc aromanya bikin kepala dikelilingi bintang-bintang. Saya sempat “hunting” wc yang benar-benar beradab ahay ternyata cuma ada di wc wanita yang tingkat kebauannya sedikit lebih baik dari wc anak SD.
Nah ,yang paling oke sih hiburannya menurut saya,disediakan kafetaria di dek yang paling atas dengan view sana sini laut dengan makanan yang standard.setelah saya eksplor ternyata ada bioskop mini yang memutar film –film Indonesia 3 jam sekali,filmnya? Ya gitu deh selama 24 jam saya berada di kapal ,film yang diputar seperti akibat pergaulan bebas dan film semacamnya termasuk film horror-hororan ,pocong-pocongan lumayanlah biar nggak bête.Di ruangan yang lain juga disediakan tempat untuk menonton live music tapi ketika saya datangi tempat itu belum di buka padahal lumayan menghibur untuk membuang waktu.
Makanan disediakan 2 kali sehari dengan menu alakadarnya.saat itu sarapan saya adalah nasi telor dadar dengan saus yang encer,makan siangnya sayur labu ,ikan tongkol yang sepertinya sudah diawetkan dengan rasa yang jauh dari enak .Mengambilnyapun harus antri untungnya nggak ada insiden selak-selakan dan tertib.Disedikan pula makanan untuk bayi.Kalau cuma untuk mengenyangkan perut sih okelah.
 |
menu sarapan saya |
Setelah 24 jam berlayar akhirnya kapal merapat di pelabuhan Makasar ,pelabuhan terbesar di Indonesia timur.Saya numpang menginap diruang tunggu pelabuhan yang ber-ac karena kapal tiba dini hari,cukup nyaman juga .Paginya saya memperhatikan orang-orang yang akan menaiki kapal yang diantar sanak saudaranya,mata saya tertuju pada seorang ibu-ibu yang melepas kepergian kerabatnya menangis sesenggrukan dan berpelukan.Sayapun ikut terhanyut, lah kok saya jadi mellow begini.