
“Ambil buku atau peta, tunjuk satu tempat, kumpulkan informasi, kumpulkan kebernian, and you will be there to explore those place“, begitulah kira-kira inti dari petikan percakapan Nadine Chandrawinata dan Duma Riris Silalahi di acaranya Hidden Paradise yang ditayangkan oleh Kompas TV, kata-kata itu selalu menginspirasi saya untuk tidak ragu menjelajahi setiap tempat yang saya anggap menarik, although I should alone to go that place. Yah, walau pengalaman menjelajah saya masih sedikit dan masih “bau kencur”, but I promise one day I will exploring the beauty of Indonesia 🙂

Parkirkan saja kendaraan Anda di dekat pos satpam yang menjaga Candi Gebang tersebut. Retribusi yang harus dibayarkan untuk memasuki candi ini sebesar Rp 2.000,00 per-orang. Menurut saya kompleks Candi Gebang ini lebih terawat dan rapi dibandingkan dengan kompleks candi-candi marjinal lainnya yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Ketika saya berkunjung ke sini, terdapat beberapa pekerja yang sedang membersihkan bangunan candi dari lumut, ada pula yang sedang membersihkan area taman dan memotong rumput. Di sudut-sudut taman juga disediakan bangku untuk duduk dan sejenak mengistirahatkan kaki sambil memandang candi.

Candi Gebang merupakan candi yang bercorakkan agama Hindu, hal ini dapat kita lihat dari arca-arca yang ada di candi tersebut. Ada arca Ganesha yang berbentuk seperti gajah, lalu ada pula arca Nandiswara, serta yoni yang terletak di dalam relung candi. Bangunan candi ini kecil dan tidak memiliki tangga untuk masuk ke dalam relung candi. Hanya sayang ketika saya berkunjung, arca Nandiswara yang konon kepalanya hilang ini ditutupi dengan sebuah kaos dalam -_- saya tidak tahu apa maksudnya tersebut. Bangunan candi ini menghadap ke arah barat, jadi memang jadi kurang leluasa untuk mengambil gambar dari depan candi karena sedikit menyisakan ruang dan medannya yang menurun agak curam di bawah.

Masih belum banyak literatur yang membahas mengenai Candi Gebang ini, dari papan keterangan mengenai candi ini disebutkan bahwa Candi Gebang dibangun sekitar tahun 730 sampai dengan 800 masehi. Candi Gebang sendiri pertama kali ditemukan pada bulan November tahun 1936 oleh seorang penduduk yang mencangkul tanah untuk mencari batu yang tanpa sengaja menemukan arca Ganesha. Pada tahun 1937 sampai 1939 Candi Gebang dilakukan pemugaran oleh Dinas Purbakala (Oudheid Dients) yang dipimpin oleh Dr. Van Ramondt pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

Ada satu hal yang menarik yang terpampang di papan keterangan mengenai Candi Gebang ini, yaitu “Saat ini kita sebagai generasi penerus sudah seharusnya untuk turut menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah yang sangat berharga ini”.
Hmmm sebagai generasi penersus seharusnya kita harus mempertahan dan melestarikan peninggalan sejarah yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi ini, syukur-syukur jika kita mau untuk mempelajari kembali sejarah yang kita miliki di Indonesia ini.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.