Agra, Jaipur jadi tujuan favorit banyak wisatawan saat berkunjung ke India. Dan satu tempat yang tak boleh dilewatkan bila
mengunjungi Jaipur adalah City Palace.
![]() |
Lompat ceria di Hawa Mahal, Jaipur |
Palace merupakan komplek Istana Kerajaan Jaipur pada masa lampau. Untuk masuk kita akan dibebankan tiket seharga 500
Rupee dan hanya buka dari pukul sembilan pagi hingga pukul tiga sore. Cukup mahal memang tapi didalamnya terdapat banyak istana-istana indah berwarna pink yang sangat menawan.
![]() |
Gerbang masuk city palace, Jaipur |
Setelah membayar tiket masuk maka seperti biasa, saya harus melewati pemeriksaan petugas. Begitu melewati gerbang City Palace, mata saya langsung dimanjakan dengan keunikan arsitektur
yang sungguh menawan. Saat mendongak keatas, saya langsung dibuat takjub dengan atap, lantai, tiang-tiang dan tembok yang seluruhnya dipenuhi dengan ukiran dan lukisan
yang indah.
![]() |
Gerbang masuk city palace, Jaipur |
Terdapat dua buah gerbang dengan dekorasi bergambar burung merak dan bunga teratai. Hewan dan bunga tersebut memang menjadi simbol dari negara
India sejak
dahulu kala. Halaman yang luas dengan taman yang
besar, dipenuhi dengan bangunan bergaya Mughal dan Rajhastani.
![]() |
Gerbang masuk city palace, Jaipur |
City Palace, adalah tempat tinggal keluarga kerajaan Jaipur. Mereka merupakan salah satu keluarga kerajaan terkaya di India. Bangunan itu memiliki kompleks halaman sangat luas berikut kebunnya, menggambarkan kejayaan sang pemilik tempat itu dahulu. Gerbang Merak (Peacock Gate) di City Palace merupakan salah satu bagian terindah dari tempat ini.
![]() |
Pemain ular di Gerbang masuk city palace, Jaipur |
Saat ini, keluarga kerajaan tinggal dibagian yang disebut dengan Chandra
Mahal (Moon Palace). Bagian tersebut berbatasan langsung dengan bagian halaman. Di dalamnya kita bisa
mengunjungi kompleks
museum yang
berisi galeri seni, kostum keluarga kerajaan, dan peralatan hingga senjata. Terlihat pula taman yang
indah serta beberapa bangunan lainnya di dalam komplek ini.
![]() |
Gereja di Jaipur |
Ada pula Mubarak Mahal yang kental dengan arsitektur Islam serta dihiasi dengan ornamen khas Rajhastan dan Eropa. Dibangun di akhir abad ke-19 oleh Maharaja Madho Singh II, bangunan ini kini difungsikan menjadi museum yang menyimpan pakaian kebesaran raja dan berbagai macam kain, pasmina serta koleksi sutera termasuk baju milik Sawai Madho Singh I yang mempunyai panjang hingga 1,2 meter dengan berat mencapai 20 kilogram.
![]() |
Meriam di benteng Jaipur |
Bangunan lain yang juga tak boleh dilewatkan adalah Chandra Mahal yang masih ditinggali oleh keluarga kerjaan
Jaipur hingga kini sehingga hanya lantai dasarnya yang bisa kita datangi. Ada Pritam Niwas Chowk, lapangan dengan empat gerbang yang konon melambangkan
empat musim dan empat dewa-dewi agama Hindu. Lalu ada Diwan–I–Khas yang jadi ruangan pertemuan pribadi raja. Sementara itu ada pula Diwan–I–Aam,
ruangan audensi raja dengan masyarakat umum yang begitu indah. Saya sampai tak lepas melekatkan mata dengan keindahan paduan warna emas dan karpet merah di ruangan tersebut. Saya sempat juga mengintip sejenak ke sebuah ruangan yang diperuntukkan bagi
ratu. Ruangan ini dinamai Maharani
Palace yang kini difungsikan sebagai museum yang memajang koleksi senjata, pistol dan senapan. Di bangunan ini juga tersimpan senjata yang dahulu pernah dihadiahkan oleh Ratu Victoria kepada Maharaja Sawai Ram Singh.
![]() |
Holi festival di Jaipur |
Tempat ini benar-benar luas. Saya sampai dibuat lelah melangkah namun merasa sayang untuk
berhenti dan melewatkan saat-saat saya yang berharga di tempat itu.
Pengunjungnya sangat ramai. Wajar sih karena mungkin masih dalam suasana libur panjang perayaan Holi.
![]() |
Istana raja India |
Berkeliling di City
Palace yang luas benar-benar membuat lelah. Saya berjalan gontai menuju auto rickshaw yang
menunggu saya di luar. Saking terpananya dengan keindahan tempat itu, saya sampai lupa kemana Patel pergi.
![]() |
Taman Istana raja India |
Sebentar lagi malam
menjelang. Baterai kamera sudah tinggal 20% dan sayapun jadi tidak bisa bebas mengambil gambar. Perut mulai menjerit-jerit minta diisi. Yang ada dipikiran saya sore itu Cuma satu: saya lapar dan butuh makan! Titik!
![]() |
Masjid Istana raja India |
Tips : Mempersiapkan Perjalanan Siang Hari di India
kaca mata hitam, topi atau payung untuk melindungi mata, kulit dan tubuh dari
sinar matahari. Jangan lupa membawa tas punggung harian yang menyenangkan yang
bisa memuat botol air minum dua liter. Tissue basah atau kain kecil untuk
menyeka keringat juga perlu.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.