nginepnya di hotel POP, ‘kan?”
“Iya, pernah. Kenapa, Bun?”
“Rasanya gimana? Enak, gak?”
“Ya lumayan. Kamarnya gak besar, sih. Tapi, lumayan enak.”

Tentu aja sebelum memutuskan, saya harus tanya-tanya dulu. Termasuk ke
anak-anak yang pernah menginap di hotel Pop saat ke Bali bersama kakek
dan neneknya.
Setelah cari info sana-sini, mempertimbangkan hotel dan penginapan
lainnya, kami pun memutuskan menginap di sini. Gak menyangka aja kalau
kemudian ada drama kamar mandi …
Mencari Review Hotel POP, BSD City

Semua berawal dari sini …
“Teh, kayaknya papah mau booking hotel aja kalau Ghea nanti menikah.
Teteh gimana?”
“Kayaknya sama, Pah. Daripada bolak-balik. Cape juga, ‘kan.”
“Ya, udah. Teteh tau hotel mana yang nyaman di BSD? Papah ikut aja,
lah.”
Tadinya, saya mau langsung jawab menginap di Grand Zuri aja. Udah
pernah staycation di sana dan puas banget. Tetapi, saya pengen tau
rangkaian acara pernikahannya dulu, termasuk juga lokasinya.
Sepupu saya yang mau menikah pada pertengahan September 2018.
Lokasinya di salah satu masjid di BSD (Saya lupa nama masjidnya
hehehe). Pokoknya gak jauh lah dari Grand Zuri.
[Silakan baca:
Menikmati Long Weekend Staycation di Hotel Grand Zuri BSD City
Part 1]
Tetapi, mengingat acaranya berlangsung hari Minggu pagi sampai siang,
saya merasa agak sayang menginap di Grand Zuri. Perhitungan saya,
kalaupun berangkat dari Sabtu pagi, pasti akan lebih banyak berkumpul
bersama keluarga besar di rumah om dan tante. Malamnya baru ke hotel
untuk istirahat.
Pagi-pagi, setelatnya pukul 6, udah harus jalan ke tempat acara.
Otomatis kamar hotel hanya dipakai untuk tidur. Sayang banget kalau
booking di hotel seperti Grand Zuri. Mana menu sarapan di sana
pilihannya banyak dan enak-enak. Ya bisa aja sih booking tanpa
breakfast. Tetapi, tetap aja sayang kalau hanya untuk tidur
*Perhitungan banget hehehe.
Tetapi, saya sempat agak ragu juga memilih hotel ini. Kalau baca
review, ada beberapa hal yang bikin saya sempat ragu. Ada yang kecewa
karena service-nya kurang ramah. Ada beberapa juga yang bilang kalau
air kamar mandinya ngerembes keluar.
Saya lupa review lainnya seperti apa. Hanya 2 itu yang saya tandai
ada beberapa yang review serupa. Tentu saja saya gak 100% sependapat
dengan review karena bisa saja subjektif atau ada hal-hal lain.
Tetapi, tetap jadi bahan pertimbangan.
Saya pun bertanya ke anak-anak karena mereka pernah menginap di hotel
POP kuta Bali. Komentar mereka seperti yang saya ceritakan di awal. Ya
udah lah saya mulai memutuskan untuk memilih di sini.
Booking Lewat OTA, Jangan?
POP? Kalau lihat harganya tentu lebih murah lewat OTA. Tetapi, saya
memutuskan untuk menelpon dulu.
Hotel ini tidak memiliki pilihan tipe kamar. Hanya ada 1 tipe aja,
tetapi hanya bedanya di kasur. Ada yang single dan ada juga yang
double. Kalau yang double, saya lihat kayak ada sekat kecil di tengah.
Gak tau deh bisa dicopot atau enggak. Seandainya gak bisa dicopot,
tentunya bakal sempit kalau kami sekeluarga harus tidur sekamar.
Kemudian, saya menelpon pihak hotel. Kami mendapat penjelasan dengan
ramah kalau booking lewat OTA gak bisa pilih kamar. Jadi sedapatnya
aja. Ya, karena dengan pertimbangan bakal sempit kalau sekatnya gak
bisa dicopot, maka kami pun booking langsung ke hotel lewat
telpon.
Fasilitas dan Suasana di POP Hotel

Ciri khas yang langsung terlihat dari POP Hotel adalah warna-warni.
Terkesan ceria dan instagramable. Tetapi, di hotel yang BSD gak
terlalu banyak area warna-warninya. Paling hanya di lobby, restoran,
dan kamar.
Gak ada kolam renang atau fasilitas lain di POP BSD City. Tetapi,
sepertinya tiap hotel bisa berbeda-beda. Kalau cerita anak-anak saya,
hotel yang di Kuta Bali, ada kolam renangnya.
Sarapan

Nuansa restonya berwarna-warni. Sarapan di sini tidak disajikan dalam
bentuk buffet. Ada paket sarapan (kalau gak salah ada 8). Saat check
ini, tamu diminta memilih menu untuk sarapan.
Saya 2x menginap di hotel ini. Pertama, saat sepupu menikah, kami
tidak memilih sarapan karena harus segera ke tempat pernikahan.
Pengalaman kedua, kami memilih sarapan. Tetapi, saya serahkan ke
keluarga adik saya karena Keke dan Nai pengennya makan di mcD. Jadi
saya gak tau apakah rasa makanan di sini enak atau enggak.
[Silakan baca:
Table Service di McDonald’s Bukit Bintang, Malaysia]
Kamar

Karena booking langsung lewat hotel, saat check ini kami ditanya mau
kamar lantai bawah atau paling atas. Kasurnya pun kami boleh memilih.
Nai pengen di lantai paling atas. Untuk kasur kami memilih yang
single.
Di dalam kamar hanya ada 1 kasur dan 1 tempat yang mungkin maksudnya
kayak sofa, ya. Tetapi, lumayan lah bisa ditidurin. Jadi saya tidur
bertiga sama anak-anak, sedangkan suami di sofanya.
Ukuran kasurnya masih cukup nyaman lah ditidurin bertiga. Kasurnya
bersih dan empuk. Masih bisa bikin kami tidur nyenyak. WiFi-nya juga
lumayan. Kelihatan tuh difoto langsung pada asik ma hp masing-masing
hehehe.
Kamarnya gak luas, memang gak memungkinkan untuk pesan extra bed.
Kalau untuk sholat, masih ada space, lah.

Tidak ada lemari pakaian di sini. Hanya ada gantungan baju. Wastafel
ada di luar, samping pintu karena kamar mandinya kecil-kecil. Kalau
kata papah saya, bentuknya kayak toilet di kereta. Cuma bedanya ini
ada tempat buat mandi.


Hanya disediakan handuk, 1 sachet shampoo, dan 1 sabun batang. Kalau
mau sikat gigi, odol, hingga sandal hotel harus beli.
Siapkan Uang Tunai
Menginap di sini, harus menyerahkan deposit. Saya lupa berapa.
Kayaknya sekitar IDR100K per kamar. Lupa, deh. Saya ingatnya kalau
depositnya harus berupa uang tunai. Gak bisa debet atau kredit. Gak
ada ATM pula di sini. Jadi bener-bener harus siapin uang cash untuk
bayar deposit.
Gak Ada Telpon di Kamar
Entah apa pertimbangannya, tetapi memang gak ada telpon di kamar. Saya
pribadi termasuk yang memang jarang banget pakai telpon di kamar
hotel.
Drama-Drama yang Terjadi
Air Kamar Mandi Ngerembes

Di kunjungan pertama, kami booking 2 kamar. 1 untuk orang tua saya
dan satu lagi untuk kami sekeluarga. Awalnya nyaman-nyaman aja di
kamar ini. Sampai kemudian ada yang mandi dan airnya ngerembes keluar
secara perlahan. Apa yang saya baca di beberapa review, kejadian juga
ke kami.
Agak bahaya kalau yang gak langsung tau. Apalagi kalau ada anak kecil
yang lari-larian ke sana-sini. Karena lantainya gak pakai karpet.
Bisa-bisa nanti kepleset kalau ada air di lantai. Segera saya kasih
keset di depan kamar mandi supaya airnya gak mengalir ke
mana-mana.
AC Panas
“Teh, AC kamar memang panas, ya?”
“Enggak. Memang di kamar papah panas?”
Pagi-pagi papah saya cerita kalau semalaman gak bisa tidur karena
gerah banget. ACnya gak dingin. Saya langsung cek ke kamar papah.
Ternyata memang benar gak berfungsi.
“Papah kok gak bilang dari kemarin kalau ACnya gak dingin?”
“Ya, Papah kirain karena hotelnya ‘kan murah, jadi dingin ACnya juga
seadanya.”
“Ya enggak lah, Pah. ‘Kan Papah pernah menginap di POP Kuta. Gak
begitu ‘kan ACnya.”
“Iya, sih. Tapi, Papah juga semalam pengen telpon ke resepsionis mau
bilang ACnya gak dingin. Ternyata, gak ada telpon di kamar, ya?”
“Iya, gak ada, Pah. Coba kalau Papah bilang kemarin. Nanti Chi yang
turun ke bawah atau telpon pakai hp aja ke hotelnya.”
Saya langsung merasa bersalah karena udah bikin papah dan mamah jadi
gak nyaman semalaman. Padahal seharusnya mereka tidur nyenyak. Supaya
bisa segar seharian di acara pernikahan. Tetapi, di kamar papah, kamar
mandinya aman. Air gak merembes keluar.
Kejedot Shower
Bulan Februari 2019 lalu, kami kembali menginap di sini. Kali ini,
dalam rangka acara lamaran adik bungsu saya yang berlangsung di Hotel
Santika ICE BSD. Seperti alasan pertama, kami pun tetap memilih
menginap di Hotel POP. Kecuali orang tua dan adik bungsu yang menginap
di hotel Santika ICE BSD.
Kami booking 4 kamar di sini. Tidak ada masalah dengan AC di seluruh
kamar. Tetapi, sepertinya drama kamar mandi tetap mengikuti kami. Ya,
hanya kamar kami aja yang airnya ngerembes.
Gak hanya itu, bahkan ditambah dengan drama shower. Aliran air di
kamar mandi kami gak stabil. Bisa tiba-tiba mendadak kencang. Lagi
enak mandi, tau-tau shower terlepas dari genggaman karena airnya
mendadak kenceng. Jadi kayak harus menaklukan selang shower dulu kalau
seperti itu. Tetapi, gak lama biasa lagi.
Duk!
Terdengar suara yang cukup keras saat Nai sedang mandi. Kami semua
kaget, tetapi gak lama terdengar Nai tertawa. Begitu selesai mandi,
Nai cerita kalau showernya mendadak lompat saat lagi di pegang dan
kena jidatnya.
Nai cerita sambil ketawa. Kami semua pun ikut tertawa. Tetapi, dalam
hati sebetulnya saya kasihan juga karena jidatnya jadi benjol.
Untungnya lagi gak kena mata. Kebayang sih itu kejedotnya lumayan
kenceng.
Cara Menuju Hotel POP
dengan hotel Grand Zuri. Tetapi, memang kami selalu aja salah keluar
tol. Selalu lupa keluar pintu tol yang mana. Padahal rumah tante saya
di dekat BSD City. Jadinya kami sering muter-muter dulu hehehe.
Pengalaman kedua, saya naik Commuter Line. Keke ada acara di sekolah.
Jadi suami nungguin Keke selesai acara dulu baru menyusul. Saya naik
KRL bersama Nai dan salah seorang sepupu.
[Silakan baca:
Jalan-Jalan KeNai Batal Naik Commuter Line]
Gak sulit kok rutenya. Malah lebih cepat sampai kalau naik KRL. Dari
stasiun Tanah Abang, saya bisa naik kereta jurusan Serpong, Parung
Panjang, atau Rangkas Bitung. Terserah aja. Nanti turunnya di stasiun
Rawa Buntu. Gak sampai 4 km dari stasiun ke hotel. Bisa lanjut naik
mobil atau ojek online.
Recommended Staycation di Hotel POP?
masih merekomendasikan staycation di sini. Dari pengalaman kami, gak
semua kamar mandi bermasalah. Begitupun dengan AC.
Saya memang kasih tau ke resepsionis tentang masalah-masalah
tersebut. Tetapi, saya lakukan itu saat check out. Karyawannya sih
menanggapi dengan ramah dan bilang akan jadi masukan. Gak tau juga
apakah kalau saat kejadian kami lapor kemudian minta ganti kamar
apakah akan ditangani dengan sigap dan ramah atau tidak.
Jadi, selama kamarnya gak bermasalah, bila ingin cari penginapan
murah, masih nyaman lah menginap 1-2 malam di sini. Dengan catatan
hanya untuk tidur karena di hotelnya memang gak ada fasilitas apapun,
kecuali mungkin yang ada kolam renangnya. Lokasinya juga strategis.
Dekat ke berbagai tempat kuliner di BSD City, AEON, dan stasiun
KRL.
[Silakan baca:
Yeay! Penggemar Kuliner Jepang Dimanjakan di Food Culture AEON
Mall BSD City]

kesenengan
Tetapi, yang paling bikin Keke dan Nai betah menginap di sini adalah
bersebelahan dengan McDonald’. Sebagai penggemar berat McD, mereka
seneng banget bisa bolak-balik ke sini. Bahkan saat lapar malam-malam
pun udah langsung ketebak deh mereka maunya makan apa hehehe.
Hotel POP, BSD City
Sunburst CBD Lot II 18A
Tangerang 15321
Phone: (021) 53159077
www.pophotels.com
IG: @pophotels

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.