
Padang Panjang dan Pusat Dokumentasi Kebudayaan Minangkabau




PDIKM Padang Panjang ini dibangun sejak 8 Agustus 1988 dan diresmikan pada 19 Desember 1990. Gagasan pembuatan tempat ini diprakarsai oleh A. Hamid dan Letjen. Bustanil Arifin.
Lahirnya PDIKM Padang Panjang ini tidak lepas dari bertujuan awalnya untuk memberikan informasi mengenai kebudayaan Minangkabau dan mengumpulkan berbagai macam literatur, dokumentasi audio dan visual hasil kebudayaan Minangkabau.
Melirik Koleksi PDIKM Padang Panjang

Mulanya PDIKM Padang Panjang ini dikelola oleh yayasan non profit yang bernama Yayasan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau, kemudian sejak tahun 2006 pengelolaannya dipindahkan tangankan kepada Pemerintah Kota Padang Panjang.
Sesampainya di gerbang, saya pun bingung soalnya datang terlalu pagi dan masih tutup. Untung saja ada petugasnya yang berbaik hati membukakan pintu. Saya pun bisa menikmati pesona tempat ini.

Semua koleksi Museum Bustanil Arifin Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau ini disimpan di Rumah Adat Baanjuang. Bentuknya menggunakan arsitektur khas Minangkabau.
Bentuk rumah gadangnya dengan tujuh atap gonjong dan empat rangkiang. Arsitekturnya bertipe Rumah Gadang Gajah Maharam yang berasal dari Lareh Koto Piliang.

Bentuk Museum Bustanil Arifin PDIKM Padang Panjang ini dapat memukau para pengunjung yang datang, seolah merasakan nuansa di perkampungan ala Minangkabau. Hal ini yang menjadikan tempat ini dijuluki sebagai Dreamland Minangkabau Village.


Dari gerbang akan langsung terlihat bangunan adat Minangkabau dan sangat instagenik. Terlebih landskap tempatnya sangat arsi dan tamannya ditata sedemikian rupa. Banyak pepohonannya yang rindang terkadang juga Museum Bustanil Arifin PDIKM Padang Panjang digunakan sebagai lokasi syuting atau foto pra wedding.
Namanya juga museum, tentunya akan ada ribuan koleksi Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau ini berupa naskah tua, kliping koran, buku, foto, film jadul, alat dan pakaian tradisional Minangkabau.
Pengunjung dapat membacanya dan melihatnya hingga puas. Koleksinya terbilang lengkap dan sering menjadi tempat studi banding para pelajar hingga objek penelitian mahasiswa dan pencinta budaya Minangkabau baik dalam maupun luar negeri.

Selain rumah gadang yang menjadi tempat menyimpan koleksi museum, ada juga panggung terbuka di sebelah kanan rumah gadang, penginapan, rumah bedug, dan musalla.
Bagi yang ini merasakan nuansa adat Ranah Minang, pengunjung dapat juga menggunakan pakaian adatnya dan berpose dengan rianya. Berlatarkan eksotisme rumah gadang dengan panorama perbukitan sesekali gunung Merapi pun mengintip menambah cantik suasananya. Semua sudut di tempat ini keren untuk berfoto.
Sayangnya saya belum coba masuk ke dalam bangunannya karena buru-buru untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Bukittinggi. Mungkin next time akan saya ceritakan ya. Lagi pula tiket masuk PDIKM Padang Panjang ini murah meriah.
Museum Bustanil Arifin Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang wajib dikunjungi jika bertandang ke Kota Padang Panjang.
Tidak ada salahnya menghabiskan waktu liburan di Museum Bustanil Arifin Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau ini. Generasi muda harus kenali budayanya sendiri. Yuk ke Kota Padang Panjang!
Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan
sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima
kasih.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.