
Selama ini yang saya tahu, mayoritas penduduk kota Palembang adalah campuran antara ras Tionghoa dan Indonesia. Pekat ingatan saya, kebanyakan orang – orang berkulit putih dan bermata sipit memiliki darah keturunan Palembang. Ternyata ketika saya berkesempatan mengunjungi Kota Palembang, saya di berikan pengetahuan baru bahwa dahulu kala Palembang bukan hanya di hampiri oleh masyarakat Tionghoa tapi juga Arab. Rekam jejak Arab di Palembang cukup berpengaruh terhadap kuliner, keturunan maupun arsitektur. Terlebih ketika saya diajak mengunjungi Kampung Arab Al-Munawar yang terletak tepat di sisi Sungai Musi.
Arsitektur Rumah Berumur 350 tahun
![]() |
Rumah tertua yang berumur 350 tahun |
di kelilingi oleh rumah – rumah. Area ini seperti di khususkan untuk
fasilitas berkumpul. Berjalan lurus melewati area tengah, kita akan
menjumpai sungai musi dan jembatan Ampera. Bahkan, ketika menaiki perahu
menuju Pulau Kemaro, Kampung Al-Munawar terlihat sangat cantik dari
sisi sungai Musi.
![]() |
Bapak Ketua RT yang berparas keturunan Arab berpose di depan jendela untuk menerima tamu |
![]() |
Bapak RT berpose di dalam kediamannya π |
![]() |
Meja makan ala Munggahan Palembang |
Pengaruh budaya Arab terhadap kuliner di Palembang cukup kuat, salah satu nya adalah tradisi munggahan yang biasa di lakukan untuk merayakan pesta pernikahan. Saya dan teman-teman di undang untuk mencicipi kudapan ala Palembang di salah satu rumah milik penduduk di Kampung Al-Munawar. Ternyata ketika saya masuk, menu makanan sudah di hidangkan lengkap dengan space nya untuk 8 orang.
![]() |
FYI ini adalah nasi minyak dan ayam kari terenak yang pernah saya makan. |
![]() |
Ayam Kari Kampung Al-Munawar |
![]() |
Semur Kambing di Kampung Al-Munawar |
![]() |
Kopi disajikan di gelas kecil |
Tarian Budaya khas ArabΒ
Belum selesai sampai Kuliner saja, kami di ajak untuk menyaksikan tarian
yang diringi oleh dendangan musik khas Arab. Mulai dari rebana sampai
seruling memeriahkan suasana siang itu. Lima menit kemudian muncul
beberapa pria yang mengehentakkan kakinya menuju ke area tengah yang
sudah di penuhi oleh para penonton. Suasana pun semakin ramai ketika tim
blogger ikut serta menari bersama mengikuti alunan musik. Dan
kemeriahan ini di akhiri dengan foto bersama.
![]() |
Tarian dan musik khas Arab |
![]() | ||||
Foto Bersama keluarga Kampung Al-Munawar dan tim #PesonaSriwijaya |
Anyway,
Palembang menjadi salah satu kota yang akan di lintasi oleh fenomena
Gerhana Matahari total pada tanggal 9 Maret. Adapun 11 provinsi di
Indonesia yang akan di lewati Gerhana Matahari yang hanya berlangsung
sekitar ratusan tahun sekali ini adalah Provinsi Bengkulu, Jambi,
Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah,
dan Maluku Utara.

Ps : Perjalanan ini terangkum dalam hashtag #PesonaSriwijaya. Silahkan di lihat untuk foto foto nya di twitter dan instagram.
Jika ingin berkunjung ke Kampung Al-Munawar bisa menghubungi Bapak Latief (081373332436) sebagai guide, beliau akan membantu menyiapkan sajian khas Arab seperti kuliner dan pertunjukan π
Baca Artikel lainnya mengenai Kampung Arab Al-Munawar di sini :
Satya Winnie – Kampung Al-Munawar, Rekam Jejan Arab di Palembang
Yuki Anggia – Kampung Al- Munawar, Kampung Arab yang Ramah Pariwisata
Wira Nurmansyah – Al-Munawar, Kampung Arab di Tepian Sungai MusiΒ
Tekno Bolang – Kisang Kampung Al-Munawar dan Gerhana Matahari Total di Palembang
Β Firsta – Al Munawar: Sweet Hospitality from Maliki and Friends
cheers,
kadekarini

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.