
memiliki keanekaragaman budaya atau tepatnya 1,340 suku di berbagai
daerah, yang memiliki suku asli atau sub-suku pribumi yang mendiami
tanah leluhur Indonesia sejak jaman dahulu. Tidak jarang keanekaragaman itu membuat kita
heran dan merasa aneh dengan kebudayaan suku bangsa lain. Salah satu
keanekaragaman itu adalah pola pikir mengenai tata cara makan.
Makan
bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi juga menunjukan kepribadian.
Orang akan menilai kepribadian kita dari banyak hal, termasuk tatacara
kita makan. Namun dalam konteks bermasyarakat yang multibudaya, ada
tatacara makan yang berbeda, yang lebih berterima dan harus dipahami
lagi. Itulah softskill kepekaannya. Karena tatacara makan juga budaya,
budaya yang bervariasi.
Orang
Jawa memiliki kebiasaan makan yang mungkin berbeda dibanding suku lain. Saat
makan tidak boleh mengeluarkan suara karena dianggap mirip
hewan terutama ayam yang jika makan mereka selalu mengeluarkan suara.
Pada zaman dulu orang Jawa makan dengan piring yang terbuat dari tanah
liat sehingga sebelum meletakkan makanan akan diberi sehelai daun pisang
karena jika tidak makanan akan kotor.
Orang Jawa, sama seperti
halnya suku lain, tidak punya alat makan. Oleh karena itu orang Jawa
menggunakan tangan saat makan. Di zaman sekarang piring sudah terbuat
dari keramik dan sendok bisa dijumpai dimana-mana karena itu orang Jawa
sekarang makan menggunakan sendok. Namun kebiasaan makan pakai tangan
tetap tidak bisa hilang terutama saat prosesi adat seperti “genduren“.
Setelah makan maka kita membasuh tangan dengan air kobokan yang telah
disediakan. Kadang-kadang dalam air kobokan ada kemang yang bisa
menghilangkan bau pada tangan yang telah menyentuh makanan.
Yang
unik pada orang Jawa lainnya adalah suka makan di atas lantai dan tidak
terlalu suka makan di kursi seperti orang barat. Saat makan laki-laki
duduk bersila sedangkan wanita duduk dengan merapatkan selakangannya
karena jika membuka selakangan dianggap tidak sopan, selain itu pakaian
adat wanita zaman dulu tidak memungkinkan wanita untuk duduk
mengangkang.
Saat makan bersama keluarga atau ada acara makan
bersama anggota keluarga atau tamu akan mengellilingi nasi dan lauk dan
biasanya ada acara basa basi dulu. Maksudnya tuan rumah akan menyuruh
tamu makan dulu dan tamu biasanya akan mengatakan “tidak, sudah kenyang,
sudah makan” dan lain-lain, yang mana hanya untuk basa basi dan bukan
berarti tamu tersebut tidak menyukai makanannya. Setelah beberapa lama
tuan rumah memaksa tamu untuk makan tamupun langsung makan dengan wajah
malu-malu. Namun biasanya jika tamu tidak mau juga tuan rumah akan makan
lebih dulu agar tamu tidak malu untuk makan karena biasanya tamu
menganggap “tuan rumah saja tidak makan, masak saya makan terlebih
dulu”. Mungkin ini sedikit rumit karena tidak ada aturan pasti siapa
dulu yang harus makan. Namun jika tidak ada ini bisa dianggap tidak
sopan.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.