
Harnaz
Bagaimana membuat sebuah review makanan serta foto makananyang menarik
bagi pembaca?
Sabtu, 16 Juli 2016, saya mengikuti Food Photography and Writing Class
by Hamaz. Acara yang diadakan oleh Menikmati Indonesia ini benar-benar
menarik. Tentang bagaimana membuat artikel food review yang baik serta
dikuatkan dengan foto yang menarik.
Awalnya, saya taunya kalau acara ini diadakan di The East. Semakin
penasaran setelah diberitahu lewat email kalau ngumpulnya di Mall
Ambassador. Semua peserta diminta menyelesaikan tantangan dulu. Wah
antara deg-degan dan antusias saya baca e-mailnya. Tantangan gimana,
nih?
Wisata Kuliner Indonesia di Jembatan ITC Kuningan

Clue card yang bisa dipakai sebagai panduan bila ingin membuat review
makanan
Saya datang ke lokasi, tepat pukul 12 siang. Peserta dibagi ke dalam
beberapa grup. Saya ada di grup 7 dengan jumlah 3 orang. Setiap peserta
diberi clue card. Kami diminta untuk membeli makanan yang ada di
Jembatan ITC Kuningan. Eits, ini bukan makanan kaki lima, ya.
Jembatan ITC Kuningan itu jembatan yang menghubungkan mall Ambassador
dan ITC Kuningan. Tetep ada di area dalam gedung. Di jembatan ITC
lantai IV, ada berbagai penjual kuliner Indonesia. Paling banyak sih
kuliner Manado. Saya gak tau mengapa kuliner Manado terlihat
mendominasi di sini. Apa penggemarnya paling banyak atau apa, saya gak
tau. Yang pasti, saya pun akhirnya memilih kuliner asal Sulawesi Utara
ini.

Seporsi menu ini seharga IDR28K
Saya: “Ini sayur apa, Mas?”
Penjual: “Sayur daun kluwek.”
Dari beberapa rumah makan yang menjual kuliner Manado, saya tertarik
untuk memilih rumah makan Payangka karena ada menu telur ikan. Saya
penggemar telur ikan. Saya perhatikan gak semua rumah makan Manado di
sana menjual menu ikan, kalaupun ada maish belum siap untuk
disajikan.
Kemudian, saya tertarik dengan sayur yang berwarna hitam. Kata
penjualnya, itu sayur daun kluwek. Hmmm … saya baru tau kalau daun
kluwek bisa disantap. Selama ini taunya buah kluwek yang biasa menjadi
bahan utama rawon.
Sayur daun kluwek disebut juga sayur pangi. Ada juga yang menyebutnya
Sayur pangi buluh karena dimasak di dalam buluh (bambu). Sayur pangi
memang tidak ditumis, tetapi daun yang telah diiris tipis dan
dicampurkan berbagai bumbu halus ini dimasukkan ke dalam bambu yang
kemudian dibakar.
Di daerah asalnya, sayur pangi ada yang dikasih lemak babi. Hasilnya,
sayur menjadi sangat berminyak. Kalau yang saya coba ini, sayurnya
kering. Nyaris tanpa minyak, makanya saya sempat menyangka kalau ini
sayur yang direbus atau ditumis dengan minyak yang sangat sedikit. Ada
suwiran ikan cakalang di dalamnya. Rasa sayurnya pedas, kesat, dan asin.
*kalau ragu, mendingan tanya lebih detil ke penjualnya, ya :)*
Telur ikan bumbu kuningnya terasa gurih tapi daun kemanginya gak begitu
terasa. Tumis daun pepaya rasanya sedikit pahit. Sambal tomatnya biasa
aja, malah tomatnya kayak yang kematengan. Kalau disatukan, dalam
seporsi hidangan yang saya pilih rasanya cukup komplit. 😀
Bila Sahabat KeNai tertarik mencicipi sayur pangi, bisa datang ke
Payangka
Jembatan ITC Kuningan Lt IV/33
Telp: 021-57935516
Food Photography and Writing Class by Harnaz
Setelah berwisata kuliner di ITC Kuningan, kami langsung menuju The
East untuk mengikuti sesi Food Photography and Writing Class. Menjadi
narasumber pada hari itu adalah Hamaz, penulis buku ‘100 Maknyus
Jakarta’ dan ‘100 Maknyus Bali’ bersama pak Bondan Winarno. Pada tahun
2015, Harnaz yang bernama asli Harry Hardianto Nazarudin ini juga
menulis buku ‘Kimia Kuliner’. Saat ini, menjadi moderator di milis Jalan
Sutra.
- Twitter: @itsharnaz
- Facebook: Harnaz Tagore
- Email: harnaz@gmail.com
- Instagram: harnaz
- YouTube: Harnaz dan Kimia Sutra
- Blog: www.itsharnaz.com
Food Writing
Acara dimulai dengan menayangkan acara kuliner pak Bondan yang pernah
ada di salah satu televisi swasta. Episode jalan-jalan ke Wonosobo
mencicipi kuliner khas daerah tersebut yaitu Mie Ongklok dan juga teh.
Di tayangan tersebut terlihat bagaimana pak Bondan menggambarkan kisah
di balik hidangan. Tidak sekadar mengatakan manis, pedas, asin saja.
Tapi bagaimana cara makannya, apa saja bahannya, nama rumah makannya,
dan lain sebagainya. Pak Bondan juga pergi ke perkebunan teh Tambi serta
menjelaskan sejarah dari perkebunan tersebut.
Tujuan mereview adalah agar orang lain bisa ke sana dan merasakan apa
yang kita rasakan
4 Langkah untuk Menulis Review yang Baik

-
Data – Nama rumah makan, alamat, jam buka, nomor telpon, kisaran
harga, hidangan utama (Makanan yang diunggulkan, Apanila ada banyak
menu unggulan, pilih yang paling enak), mengandung babi atau tidak
adalah yang wajib ada di setiap review. Hati-hati ketika menyatakan
makanan tersebut halal atau tidak. Bila tidak ada sertifikat MUI,
sebaiknya infokan saja kalau makanan di rumah makan tersebut
tersebut menyajikan babi atau tidak.
Bila ingin serius mereview, selalu bawa catatan. Atau paling tidak
minta kartu nama rumah makan tersebut agar bisa dihubungi bila ingin
meminta data.

-
Analisa – Dalam sebuah review, analisa harus ada tapi jangan
terlalu banyak. Paling mudah adalah menganalisa rasa makanan.
Kemudian bisa dilanjutkan dengan cara membuat serta bahan-bahannya.
Misalnya ketika mereview tentang sayur pangi. Aslinya daun ini
berasa pahit. Bisa dianalisa bagaimana cara menghilangkan rasa
pahit, bahan apa saja yang digunakan, dan bagaimana mengolahnya
kemudian dihubungkan dengan rasa makanannya.

-
Cerita – Temukan kisah di balik hidangan. Dari mana asal hidangan
tersebut? Apakah hanya dimakan oleh orang tertentu? Apakah hanya
disajikan di saat tertentu? Bagaimana kisah pemilik resto memulai
usahanya? Faktor cerita ini bisa membuat review menjadi menarik.

-
Logika – Gunakan logika agar menjadi sebuah review yang menarik.
Sajikan informasi dengan urutan yang enak dibaca. Menulis review
tidak harus panjang, yang penting menarik. Beri judul yang menarik.
Setiap paragraf, kalimatnya tidak perlu banyak. Pastikan informasi
yang ditulis itu valid dan merasa yakin sehingga bisa
dipertanggungjawabkan.
“Supaya kuliner Indonesia maju, maka harus keluar dari konsep enak –
gak enak.” -William Wongso

Bila ingin mereview makanan secara mendalam memang harus keluar dari
dikotomi makanan enak-gak enak. Pikiran seorang reviewer kuliner harus
terbuka untuk menerima berbagai rasa yang tidak familiar di lidah. Agar
lebih menghargai makanan enak-tidak enak, valuable, dan rasa. Misalnya,
ada french fries yang diberi minyak truffle. Untuk yang belum biasa akan
merasakan bau yang ‘aneh’. Bila ingin menganalisa, maka harus dicari
tahu bahan-bahannya. Agar lebih menghargai prosesnya. Jangan hanya
berpendapat enak atau gak enak.
Contoh lainnya adalah sayur pangi. Dari segi rasa mungkin biasa aja.
Pedas, kesat, dan asin. Tapi ada proses yang sangat menarik di baliknya.
Seluruh bagian pohon kluwek mengandung racun sianida, termasuk daunnya.
Untuk menghilangkan racunnya, membutuhkan proses tertentu dengan cara
direndam di dalam tanah atau air. Setelah racunnya hilang, sayur pangi
pun baru diolah dengan berbagai bumbu yang dimasukkan ke dalam bambu.
Berbagai proses inilah yang membuat sayur pangi menjadi valuable dan
bisa diangkat menjadi sebuah tulisan. Dan bila menghargai sebuah proses,
biasanya tidak sayang mengeluarkan uang.
Food Photography

Beberapa tahun silam, memotret makanan di resto seperti menjadi
sesuatu yang terlarang. Banyak resto yang tidak bersedia makanannya
difoto karena khawatir akan ditiru. Sejak adanya Instagram, memotret
makanan menjadi sesuatu yang lumrah. Bertebaran foto-foto makanan di
Instagram.
4 Dasar Posisi Food Photography yang Umum di Gunakan
-
Flat Lay – beberapa makanan diatur komposisinya sedemikian rupa dan
difoto dari atas

-
Whole Plate – 1 porsi makanan difoto secara utuh, fokuskan ke
bagian yang paling menarik.

-
Food Porn – Motret dari jarak dekat, fokus tajam kepada bagian
tertentu dari makanan yang dianggap paling menarik

-
Human Interest – memperlihatkan proses pembuatan atau menyajikan
makanan tersebut. Ekspresi yang difoto secara candid akan terlihat
menarik.

Yang harus diperhatikan adalah
- Perhatikan komposisi cahaya
- Pastikan meja dalam keadaan bersih
- Fokuskan ke bagian yang tepat
-
Hindari penggunaan lampu flash. Foto makanan yang menggunakan flash
akan terlihat datar

Menikmati Indonesia
Acara ini diselenggarakan oleh Menikmati Indonesia bekerjasama dengan
Komunitas Jalan Sutra. Menikmati Indonesia adalah digital platform
wisata yang menceritakan tentang segala hal di Indonesia. Seluruh
pelaku wisata, termasuk travel blogger bisa ikut bergabung di sini.
Sahabat KeNai bisa ikut berkontribusi menulis artikel, pengusaha
pariwisata bisa menawrkan paketnya, dan lain sebagainya. Semua tentang
pariwisata Indonesia
www.menikmatiindonesia.com
Fanpage: Menikmati Indonesia
Instagram: MenikmatiIndonesia

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.