Akhirnya saya tiba selamat di Kuching, Ibukota negara bagian di Sarawak Malaysia. Hujan gerimis masih setia mengiringi perjalanan
Jane mengatakan, poli layanan di Rumah sakit ini sangat lengkap, ditunjang dengan berbagai macam peralatan canggih. Setiap poli dilayani dokter spesialis yang berpengalaman. Jika butuh penterjemah Bahasa Indonesia, Rumah sakit ini juga menyediakan.
Ini dia Poli pelayanannya
- Cardiology
- Nephrology
- Neurology
- Paediatrics
- Psychiatry
- Oral & Maxillofacial Surgery
- Ophthalmology
- Orthopaedic Surgery
- Urologic Surgery
- Clinical Oncology
Dari hasil pantauan saya, setiap ruangan sangat bersih dan nyaman. Tidak ada kesan rumah sakitnya. Malah lebih mirip hotel lengkap dengan fasilitasnya.
Setelah berkeliling dan melihat aneka fasilitas, Jane mengajak kami ke Rumah sakit berikutnya. Kebetulan pasien sedang ramai dan saya tak mau mengganggu kesibukan tenaga medis yang bertugas. Kenyamanan dan privasi harus tetap terjaga,
Borneo Medical Centre
Jaringan rumah sakit ini tersebar di Malaysia. Untuk Sarawak sendiri ada di Kuching dan Miri. Saya berkunjung ke cabang yang ada di Kuching. Menurut Jane, Borneo Medical Center di Kuching 80 tempat tidur. Itu dilengkapi dengan teknologi medis modern, serta tim profesional perawatan kesehatan yang profesional dan dinamis; saling bekerja sama untuk memberikan kesembuhan
Selain untuk pasien local Sarawak, Borneo Medical Centre memberikan perawatan medis berkualitas tinggi kepada pasien internasional, tanpa memandang ras, agama, atau bangsa.
Borneo Medical Centre berada di Lot 10992, Section 64 KTLD, Jalan, Tun Jugah, 93350 Kuching, Sarawak, Malaysia juga memiliki banyak klinik dengan dokter spesialis yang siap melayani.
Mereka juga memberikan layanan penunjang untuk diet dan nutrisi, psikologi serta rehabilitasi medik
Setelah puas berkeliling, Jane juga memberitahu, bahwa kedua rumah sakit ini menyediakan rumah singgah bagi pasien rawat jalan dari luar negeri maupun keluarga pasien yang mengantar.
Layanan 2 in 1, Medical Tourism
Jane melambaikan tangan kepada saya dan Henerita. Kami kembali bercakap cakap “bagi penghantar pasien, boleh juga menikmati Kuching, kami ada paket
Suaka Margasatwa Semenggoh
Sebelum pemberian makan dan pintu masuk ke dalam hutan di buka, saya mendengar penjelasan Tom,”Kat sini ade 25 orang utan, 11 dapat dari rescue, 14 die punya anak beranak. Nanti you mungkin tak bise liat semua”. Lahan hutan seluas 1613 hektar ini didirikan sejak 1975.
Saat pemberian makan oleh petugas, pengunjung tidak boleh terlalu dekat, setidaknya 710 meter dari orangutan. Semua pengunjung dilarang membuat keributan, apalagi berbicara, memegang makanan dan minuman. . Jangan mencoba memberi mereka makan karena itu adalah sekolah mereka sebelum mereka dibebasliarkan. Bagi yang ingin memotret, lampu kilat tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu dan membuat orangutan marah.
Segera setelah rantai di jembatan dilepas, saya bersama sekitar 30 pengunjung diminta untuk masuk beriringan secara perlahan. Masuki hutan melalui jalan setapak yang panjangnya sekitar 300 meter. Dari jauh terdengar suara “aoooooooooooo uuuu uuuu uoo” dan terkadang Anda bisa mendengar sebuah nama. Ternyata, inilah cara pengasuh mereka membawa orangutan ke tempat makan.
Area pemberian makan berupa area terbuka dari kayu dilengkapi dengan tangga dan tali yang diikatkan antar pohon besar. Di tengah panggung ada pengasuh dengan dua ember berisi buah-buahan segar seperti pisang, pepaya, dan kelapa. Saya harus menunggu 30 menit sampai 3 orangutan itu datang. Ada 1 jantan dominan, 1 betina dan 1 anak orangutan.
Tentu saja, yang pertama turun adalah penguasa laki-laki. Sebagian pisang diambil dan sebagian lagi langsung dimakan. Pengasuh juga memberikan kelapa yang dibawa langsung ke pucuk pohon dan ditumbuk ke dalamke puncak tertinggi olah jantan dominan
Setelah melihat atraksi memberi makan orangutan, saya pergi ke galeri foto Suaka Margasatwa Semenggoh. Di ruangan ini terdapat silsilah orangutan yang dirawat di sini, dengan nama, jenis dan informasi sederhana tentang perbedaan orangutan sumatera dan kalimantan. Di sebelah galeri terdapat sangkar buaya yang juga merupakan koleksi lokal. Sayangnya, buaya itu malu untuk memperkenalkan dirinya.
Kuching Wetland
Setelah dari sini, saya diajak ke tempat lain, Namanya Kuching Wetland. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan jarak tempuh sekitar 15 km untuk menuju ke tempat ini. Anda tidak bisa langsung menikmati keindahan hutan mangrove, melainkan harus menunggu perahu motor merapat. Kapal ini akan membawa saya ke sana nanti.
Perahu telah tiba, saya juga senang, saatnya berlayar. Di sisi ini, lihat ke kiri dan ke kanan di sungai dan tanahnya cukup luas, menurut Henerita, ada sekitar 6.610 hektar tanah termasuk Sungai Sibu dan Sungai Salak. Banyak sungai-sungai kecil air payau saling berhubungan dan bermuara di dua sungai besar.
Lahan basah Kuching sendiri terletak di tengah muara sungai. Asal tahu saja, 30% lahan disini ternyata sengaja dibuat. Beberapa jenis satwa liar juga ditemukan di tempat ini seperti bekantan, kera ekor panjang, kera silver leaf, biawak, buaya muara, beberapa jenis burung. Karena banyaknya hutan bakau, tempat ini menjadi tempat berkembang biaknya ikan dan udang.
Saya diajak kesebuah daratan besar buatan, Ini adalah lahan konservasi mangrove. Kebetulan hari ini ada penanaman mangrove dan saya diajak untuk ikut berkontribusi Kegiatan ini rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem dan dunia konservasi agar keanekaragaman flora dan fauna tetap terjaga.
Dari pulau ini, saya juga bisa melihat barisan pegunungan Santubong dan gunung Serapi tanpa hambatan. Henerita dan saya bertemu Rosma, pelindung mangrove di sini, “Saya bekeje same dengan banyak pihak, tak hanye gavement tapi juga SHELL, They help us, jaga bakau kat sini”.
Kuching Wetland di bangun demi menjaga agar Kuching tidak banjir serta bentuk tanggung jawab pemerintah Malaysia menjaga lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. Menjaga kelestarian lingkungan bearti memberikan kesempatan anak cucu untuk melihat flora dan fauna yang beragam.
Saya juga diajak menanam mangrove di pasir putih bersama turis lainnya. Selain itu, saya tidak perlu repot mencari lokasi mangrove yang saya tanam karena saya sudah memiliki koordinat GPS yang terekam lengkap. Sukacita bercampur panas, tapi bahagia.
Sarawak Cultural Village.
Saya diajak Henerita untuk melihat aneka suku dan budaya yang ada di Kuching dalam satu tempat. Cihuy! Ini seperti taman mini yang lengkap dengan rumah dan mereka yang benar benar tinggal dan bekerja disana. Saya bertemu dengan Kak Neng, tur guide yang menghantar kami disini.
“SVC sangat besar, 17 hektar, di sini Anda dapat melihat banyak rumah desa”. Saya menyimak penjelasan Kak Neng dengan seksama. Kampung budaya ini terdiri dari beberapa rumah adat suku Iban, Melanau, Penan, Orang ulu, Bidayuh, Melayu, dan Tionghoa. Dari guide yang disediakan, saya bisa melihat Sarawak di satu tempat.
Oh ya, saat masuk, aka nada buku semacam paspor. Dimana saat kita selesai mengunjungi sebuah rumah maka akan diberikan cap. Dalam setiap rumah, ada atraksi seni budaya sampai ibu ibu yang mempraktekkan pembuatan aneka jajanan khas. Kita juga bisa membelinya jika berminat. Beberapa rumah juga menjual aneka kerajinan dari suku tertentu.
Dibagian akhir perjalanan disini. Saya menikmati makan siang dengan aneka menu lokal. Mulai dari ayam pansuh, umai, tumis lemiding dan masih ada menu lainnya yang tak ingat namanya
Menggabungkan Wisata dan Pengobatan
Konsep wisata medis mungkin terdengar aneh untuk beberapa orang. Lagi sakit kok malah jalan jalan? Bagi pengantar atau pasien, rasa bahagia dan enjoy dalam proses pengobatan sangat penting untuk mendukung penyembuhan.Maka itu perlu dibuat sesuatu hal yang menyenangkan
Lantas apa itu wisata medis? Seperti namanya (biasa disebut medical tourism atau medical travel) merupakan paket wisata yang khusus untuk kesehatan. Misalnya untuk alasan pemeriksaan kesehatan atau berobat.
Bagi yang ingin melakukannya di Malaysia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, Anda bisa berobat, konsultasi, pemeriksaan kesehatan atau melakukan pelayanan kesehatan lainnya, dengan mencari informasi lebih banyak di Malaysia Healthcare Travel Council, Anda dapat melihat media sosial versi Indonesia di Instagram @medtourismmy.id dan situs resminya di medicaltourismmalaysia.id.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.