masjid

Masjid Agung Palembang (Bagian I)

Masjid Agung Palembang, didepannya adalah bundaran air mancur, titik nol kota Palembang
Masjid Agung Palembang ini dapat
dijadikan contoh konservasi bangunan kuno peninggalan kejayaan masa lalu namun
tetap mengakomodir kebutuhan ummat masa kini. Bangunan asli Masjid ini tetap
dipertahankan dalam bentuk aslinya. Sementara kebutuhan ummat akan masjid yang
lebih luas diakomodir dengan menambahkan bangunan baru bernuansa senada, namun
lebih modern dan terhubung langsung dengan bangunan asli.

 

Usia nya yang sudah lebih dari
dua abad justru menjadikan masjid ini begitu berkharisma dan dicintai.
Berkunjung dan sholat di bagian asli Masjid Agung Palembang ini sedikit
mengobati kerinduan akan kejayaan kesultanan Palembang di masa lalu. Masjid ini
juga menjadi salah satu bangunan bersejarah yang tersisa dari penghancuran
besar besaran peninggalan Sultan oleh pemerintah kolonial Belanda.

 

Bangunan asli Masjid Agung Palembang.

Lokasi Masjid Agung Palembang

 

Masjid Agung Palembang masuk
dalam wilayah Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang,
provinsi Sumatera Selatan. Tepat berada di pertemuan antara Jalan Merdeka dan
Jalan Sudirman, gerbang utama Masjid Agung berhadapan langsung dengan Bundaran
air mancur yang menjadi titik nol Kilometer Kota Palembang.

 

Dari arah Bandara (di bagian
utara kota) menuju ke Jembatan Ampera anda harus berputar di bundaran air
mancur ini ke arah Jalan Merdeka sebelum masuk ke halaman Masjid Agung dari
Gerbang barat. Sementara dari arah selatan, anda dapat melihat keindahan
bangunan masjid kebanggaan warga Palembang dan Sumatera Selatan ini dari atas
Jembatan Ampera, jembatan yang diabadikan di lambang provinsi Sumatera Selatan sekaligus
landmark Kota Palembang.

 

Letak Masjid yang berada di pusat
kota ini sangat memudahkan untuk menemukan dan mencapainya, sekalipun bagi
mereka yang pertama kali berkunjung ke ibukota Sriwijaya di masa lalu ini.

 

Masjid Agung Palembang
Jl Cik Agus Kiemas No 1 Palembang
Telp 0711-319767, 0711-350332,
dan 0711-356233
Fax 0711-350332

 

 


Nama dan Status Masjid

 

Dibangun sebagai masjid
kesultanan Palembang, masjid ini dikenal sebagai masjid Sultan Palembang. Dimasa
penjajahan Belanda, pemerintah jajahan menyebut masjid ini sebagai De Grote
Moskee atau Masjid Agung. Sebutan tersebut ditengarai sebagai bagian dari upaya
Belanda memupus habis pengaruh Sultan.

 

Setelah perluasan besar besaran
tahun 2003 Masjid ini diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri sebagai
Masjid Nasional. Status Masjid Agung Palembang sendiri kemudian di alihkan ke
Masjid Al Fathul Akbar di kawasan Jakabaring.

 

Ditahun 2019 nama “Masjid Agung
Palembang” secara resmi berubah menjadi Masjid Agung Sultan Mahmud Badarrudin
Jayo Wikramo. Nama tersebut merujuk kepada pendiri masjid ini yang juga dikenal
sebagai Sultan Mahmud Badaruddin I.

 

Masjid Agung Palembang ditahun 1800-an. Sentuhan Eropa tampak pada bangunan beranda dan pilar pilar bundar berukuran besar.

Sejarah Masjid Agung Palembang

 

Masjid Agung Palembang didirikan
oleh Sultan Mahmud Badaruddin I atau Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Wikramo.
Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 1 Jumadil Akhir 1151 H
(1738 M) berlokasi di belakang Benteng Kuto Besak, didalam komplek keraton
Kesultanan Palembang Darussalam yang dikelilingi oleh Sungai Musi, Sungai
Sekanak, Sungai Tengkuruk, dan Sungai Kapuran. Sungai Kapuran dan Sungai
Tengkuruk kemudian di timbun oleh pemerintah Penjajahan Belanda.

 

Pembangunan Masjid ini selesai
dan diresmikan pada tanggal 28 Jumadil awal 1161H atau 26 Mei 1748 M. Sebagaimana
masjid-masjid tua di Indonesia, Mesjid Sultan ini pada awalnya tidak mempunyai
menara, ukuran bangunan mesjid waktu pertama dibangun berukuran 30 x 36 meter
atau seluas 1080 meter persegi dengan daya tampung 1200 jemaah, menjadikannya
sebagai bangunan masjid terbesar di Nusantara pada saat itu.

 

Pada masa pemerintahan Sultan
Ahmad Najamudin (1758-1774) dibangun menara di sebelah barat, terpisah dari
bangunan masjid. Bentuk menaranya
seperti menara bangunan kelenteng dengan bentuk atap berujung melengkung. Pada
bagian luar badan menara terdapat teras berpagar yang mengelilingi bagian
badan.

 

Begini bentuk Masjid Agung Palembang era 1990-an.

Tahun 1848 diadakan perbaikan Masjid Sultan dilakukan oleh pemerintah
Penjajahan Belanda setelah terjadi perang besar tahun 1819 dan 1821. Menara
asli dengan atapnya yang bergaya Cina tidak dirobohkan hanya atapnya yang
berganti atap sirap dan penambahan tinggi menara yang dilengkapi dengan beranda
melingkar. Diadakan perubahan bentuk gerbang serambi masuk dari bentuk
tradisional menjadi bentuk Dorik.
 
Pada tahun 1879 telah diadakan perubahan masjid, perluasan bentuk gerbang
serambi masuk di bongkar ditambah serambi yang terbuka dengan tiang beton bulat
sehingga bentuknya seperti Pendopo bergaya bangunan kolonial.
 
Renovasi dan Perluasan
 
Perluasan pertama dilakukan dengan wakaf Sayid Umar bin Muhammad Assegaf
Altoha dan Sayid Achmad bin Syech Sahab tahun 1897 dibawah pimpinan Pangeran
Nataagama Karta mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin.
 
Perluasan kedua kali pada tahun 1930 dengan menambah jarak antara pilar
dengan atap menjadi 4 meter. Perluasan ketiga dilakukan di masa kemerdekaan
oleh Yayasan Masjid Agung di tahun 1952 dengan menambahkan bangunan berkubah
yang tidak harmonis dengan bangunan asli.
 

Masjid Agung Palembang sebelum renovasi 2000-2003.

Di tahun 1966 -1969 Pengurus yayasan masjid agung meneruskan penambahan
ruangan dengan menambah bangunan lantai dua. Pada tanggal 22 Januari 1970
dimulai Pembanguan menara baru bersegi 12 setinggi 45 meter, yang dibiayai oleh
Pertamina Sumbagsel dan di resmikan pada Tanggal 1 Februari 1971.
 
Tahun 2000 Bangunan tambahan
masjid ini di renovasi dan dan diperluas, Proses pembangunan selesai dan
diresmikan oleh Presiden RI Hj. Megawati Soekarno Putri pada tanggal 16 Juni
2003. Bangunan masjid tambahan yang ukurannya berkali lipat dari bangunan asli
yang kita lihat sekarang ini adalah bangunan yang diresmikan oleh Presiden
Megawati tersebut.

 

Saksi Sejarah

 

Masjid Agung Palembang ini
menjadi saksi bisu perjalanan panjang Kota Palembang sejak dari masa kejayaan
Kesultanan Palembang Darussalam, perjuangan melawan pasukan Inggris, menjadi
saksi keberingasan penjajahan Belanda yang berusaha keras menghapuskan kharisma
Sultan hingga melakukan penghancuran secara terstruktur dan sistematis bangunan
bangunan peninggalan sultan termasuk menghancurkan keraton Kuto Besak, aset
aset kesultanan hingga rumah rumah para bangsawan. Belanda bahkan merasa perlu
membongkar bangunan peninggalan Sultan hingga mencabut pondasi bangunan
bangunan tersebut, dalam upaya mereka melenyapkan pengaruh Sultan.

 

Perangko peringatan perang 5H5M Palembang, tahun emisi 1975.

Masjid ini juga telah melahirkan
begitu banyak tokoh tokoh Tokoh-tokoh intelektual Islam nusantara antara lain
Fakhruddin Al-Falimbani, Syeikh Muhammad Azhari al-Falimbani, dan Abdus Shomad
Al-Falimbani yang ajarannya meluas hingga ke Thailand selatan, Kalimantan, dan
Maluku Utara pada masa abad ke-18. Serta masih banyak lagi. 

 

Masjid Agung Palembang menjadi
saksi perlawanan gigih rakyat Palembang dan Sumatera Selatan menentang
penjajahan Belanda. Sebuah peristiwa
bersejarah yang terkenal dengan perang lima hari lima malam di Kota Palembang
berlokasi di depan masjid ini.
Peristiwa tersebut kemudian di abadikan
dalam perangko Republik Indonesia tahun 1975. Sedangkan lokasi pertempuran
tersebut kini dibangun Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Sumatera Selatan.

 

Pemerintah Penjajahan Belanda
juga pernah menggunakan masjid Agung Palembang untuk upacara pelantikan Abdoel
Malik sebagai Walinegara Sumatera Selatan pada tanggal 18 Desember 1948. Negara
Sumatera Selatan adalah salah satu Negara boneka bentukan Belanda yang hanya
bertahan selama 2 tahun dan dibubarkan pada tahun 1950, kemudian melebur
kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Bersambung ke bagian II)

——————–ooOOOoo——————-


, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top