![]() |
Foto dari waste360.com |
Beragamnya material dari barang yang kita gunakan sehari-hari bisa membuat bingung kalian yang ingin mulai memilah sampah. Kemasan snack ini masuk kategori plastik atau kertas ya? Barang ini masuk kategori bisa didaur ulang kah? Bagaimana sih pemilahan sampah yang tepat guna? Yuk belajar sama-sama.
![]() |
Foto dari foodsafeaudit.com |
- Berasal dari tumbuhan: sisa potongan sayuran, kulit buah, nasi
- Berasal dari hewan: tulang hewan, daging, ikan, tulang ikan, seafood
Ada beberapa pilihan metode yang dapat kalian lakukan untuk mengelola sampah organik di rumah. Untuk sampah organik dari tumbuhan, dapat diproses dengan home composting, lubang biopori, atau dibuat menjadi eco-enzyme (khusus sampah kulit buah). Kalian juga dapat menanam kembali (regrow) dari sisa sayuran, jika memilki tempat/lahan di rumah.
![]() |
Foto dari greentumble.com |
Plastik
Ada 7 tipe plastik yang perlu kamu ketahui (lihat di gambar). Jika ingin tahu plastik tipe apa produk yang kamu gunakan, kamu bisa melihat logo daur ulang dan angka di dalamnya yang tertera di bagian bawah botol plastik atau di bagian belakang kemasan plastik. Tipe plastik ini menentukan jalur daur ulangnya. Seperti yang bisa dilihat di gambar, ada plastik yang mudah, bisa, sulit, sampai sangat sulit di daurulang. Salah satu langkah yang memudahkan untuk mendaurulang plastik adalah memastikan plastik terpilah dengan baik dari sampah lainnya, kemudian dicuci dan dikeringkan lebih dahulu untuk mengurangi kontaminasi. Untuk sampah plastik yang sulit didaurulang seperti label di botol plastik, plastik multilayer (biasanya berupa plastik dengan lapisan alumunium di dalamnya), atau sedotan plastik, hal pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan meminimalisir penggunaannya sebisa mungkin. Jika kalian masih menemukan sampah plastik jenis ini dalam keseharian kalian, alternatif pengelolaannya yaitu dengan membuatnya menjadi Ecobrick, bahan bangunan yang berasal dari kumpulan sampah plastik di dalam botol plastik. Setelah jadi Ecobrick, kalian bisa sumbangkan ke komunitas Ecobrick di wilayah kalian dengan mengecek situs GoBrik.com.
![]() |
Bagan dari nationalgeographic.com.au |
Kertas
Hal penting yang perlu diingat tentang sampah kertas adalah: usahakan jangan kotor dan jangan basah. Tidak seperti plastik yang bisa dicuci, kertas yang sudah terkontaminasi akan sulit didaurulang. Produk yang dapat dikategorikan sebagai kertas untuk didaurulang antara lain beragam jenis kertas lembaran, koran, majalah, karton, kardus. Bagaimana dengan tisu? Tisu yang sudah digunakan biasanya rentan dengan kontaminasi sehingga akan sulit untuk didaurulang – selain juga karena alasan kebersihan dan kesehatan. Beberapa panduan memilah bmenyarankan untuk memilah tisu sebagai residu (7, 8, 9).
Tetra Pak (Karton Minuman)
Kemasan Tetra Pak atau karton untuk minuman walau termasuk kemasan multilayernamun bisa didaurulang. Ketika memilah kemasan Tetra Pak, selain perlu dibersihkan lebih dulu, juga perlu dilipat/digepengkan untuk mereduksi volumenya. Ketika didaurulang, elemen karton dan alumunium dalam Tetra Pak dipisah. Karton dapat didaurulang menjadi kertas buram, sementara lembaran alumunium dari Tetra Pak dapat didaurulang menjadi bahan bangunan seperti genteng atau furnitur (10). Tidak semua lapak/bandar sampah mengumpulkan kemasan Tetra Pak, karena itu cek dulu dengan bank sampah/lapak terdekat kalian ya! Untuk informasi mengenai lokasi yang menerima kemasan Tetra Pak, silahkan cek daftar yang dibuat oleh Sustaination.
Logam
Logam adalah salah satu material yang dapat didaurulang berulang kali tanpa mengurangi nilai material tersebut. Contoh logam antara lain alumunium, besi, tembaga, dan banyak lagi. Produk yang terbuat dari logam misalnya kaleng minuman, alat makan, alat masak, dan lain-lain. Kalian bisa memberikan logam yang ada ke bank sampah, lapak, atau dropbox terdekat.
Kaca
Sama seperti logam, kaca juga dapat didaurulang berulang kali tanpa mengurangi nilainya. Contoh kaca antara lain botol kaca, alat makan, gelas kaca, dan lain-lain. Kalian bisa memberikan barang bermateri kaca yang ada ke bank sampah, lapak, atau dropbox terdekat.
3. Sampah Elektronik dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
![]() |
Foto dari myrecycledepot.org |
Mengingat namanya sampah B3, usahakan jangan mencampur sampah jenis ini dengan sampah lain. Sampah B3 adalah sampah yang mengandung logam berat, atau sampah yang memiliki karakteristik tertentu yang dapat menimbulkan bahaya (misal: mudah terbakar). Contoh yang masuk dalam sampah ini antara lain baterai, kaleng aerosol, lampu bekas, alat-alat elektronik (laptop, handphone, dan sebagainya). Di Indonesia, untuk sampah elektronik ada Ewaste RJ yang menyediakan titik pengumpulan di berbagai kota. Berikut daftar tempat pengumpulannya.


4. Minyak jelantah
![]() |
Foto dari yanmar.com |
Sebagai orang Indonesia yang sering mengkonsumsi gorengan, pasti ada saja minyak bekas di rumah kan? Jangan membuang minyak jelantah ini ke saluran pembuangan ya! Kalau kita membuangnya ke saluran air, selain dapat menyumbat pipa, kita juga berkontribusi pada pencemaran air di kota. Alternatifnya, minyak ini dapat didinginkan dahulu dan kemudian disumbangkan ke pihak yang aka mengelolanya menjadi biodiesel seperti Bank Jelantah dan Beli Jelantah.
5. Residu
Termasuk dalam residu yaitu barang-barang sekali pakai yang tidak dapat digunakan kembali, misalnya popok bekas, tisu bekas pakai, pembalut bekas, kapas bekas. Untuk meminimalisir sampah jenis ini, sebaiknya gunakan produk yang reusable daripada yang satu kali pakai. Ada berbagai alternatif produk reusable yang sekarang dijual di e-commerce produk ramah lingkungan seperti Zero Waste ID, Sustaination, dan Cleanomics. Yuk usahakan cari produk reusable untuk mengurangi sampah residu kita yang dibawa ke landfill!
Salam hijau,


, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.