![]() |
Kubah Emas |
![]() |
Jalan menuju Bandar Seri Begawan |
Kami berdua mulai melanjutkan perjalanan. Teman saya baru belajar menyetir membuat beberapa kali jantung saya mau copot. Trauma kecelakaan beberapa waktu lalu yang mengakibatkan pelipis saya pecah masih membayang. Jujur kaki saya kaku, duduk saya tegang, beberapa kali saya mengingatkan untuk berhati hati. Yang paling penting adalah mengajak terus teman saya berbincang supaya tidak ketiduran. Keluhan mengenai kantuk yang tiba-tiba menyerangnya membuat saya deg-degan. Beberapa kali saya harus mengajak bercanda agar bisa tertawa dan megurangi kantuk. Jalan yang bergelombang juga membuat perut saya teraduk merata dengan kecepatan 100-120km/jam
![]() |
Batas negara Brunai dan Malaysia |
![]() |
Pagar istana kesultanan Brunai Darusalam |
Sepanjang jalan juga banyak sekali papan penanda jalan yang isinya dzikir. Iya! Seluruh pengguna jalan di ajak selalu berdzikir selama berkendara. Hingga kurang lebih 2 jam lamanya kami sampai di Bandar Seri Begawan. Negara dengan ibu kota yang bersih dan rapi. Yang pertama kami lakukan adalah mencari tempat parkir dan segera eksplor kota ini. Entah kenapa hujan pun langsung turun dengan deras sehingga memaksa untuk berteduh. Ada stadiun sepak bola yang terdapat gerbang terbuka. Kebetulan banyak toko dan kedai yang tutup saat datang di sini dikarenakan bertepatan dengan sholat dzuhur. Pada saat panggilan sholat seperti ini memang kebanyakan toko dan kedai memilih tutup sejenak sebelum kembali melanjutkan aktifitas. Saya tidak punya waktu banyak untuk mengekplorasi karena sore hari sudah harus kembali.
![]() |
Salah satu sudut kota Bandar Seri Begawan |
Kota di Brunai Darusalam ini hanya memiliki pasar-pasar yang digabungkan dalam satu bangunan. Entah apakah saya boleh menyebutkannya sebagai mall. Beberapa bangunan peninggalan inggris juga berdiri megah di sini dan dipakai sebagai gedung pemerntah. Saya juga sempat melihat pasar tradisionalnya yang “nyempil” diantara tingginya bangunan pasar termasuk toko-toko kelontong yang berderet rapi. Saluran dan tutup lubang airnya juga terlihat seperti di Eropa sana. Kota ini juga mempunyai Sungai yang membelah kota, Namanya Sungai Brunei.
![]() |
Jalan menuju Bandar Seri Begawan |
Di pinggiran sungai Brunei ini terdapat Istana Nurul Iman di bagian seberangnya terdapat Kampung Ayer yang merupakan kampung wisata yang di bangun oleh Sultan Brunei, bagi beberapa wisatawan mungkin menarik tapi bagi saya yang berasal dari Pontianak, ini bukanlah hal yang baru. Jika kita berdiri di taman pinggir sungai yang juga dijadikan dermaga penyeberangan bagi penduduk lokal maka akan terlihat kampung Ayer dari seberang kota.
![]() |
Masjid Kubah Emas Bandar Seri Begawan |
Disini akan banyak sekali calo speed boat atau perahu bermesin yang menawarkan jasa untuk berkeliling sungai ini melihat beberapa objek wisata di tepi sungai. Mereka akan sangat ramah dengan turis dan menawarkan banyak sekali keindahan. Seperti yang saya tulis karena saya dari Pontianak tentu ini bukan hal baru bagi saya. Jika berminat harus menawar. Terkadang harganya tidak masuk akal tawar saja 25 Dolar Brunei karena akhirnya kita tidak akan berangkat sendirian karena akan bersama dengan penumpang yang lain.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.