
Penunjukan CEO PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ini sebagai menteri pariwisata era Jokowi-JK periode 2014-2019 sekaligus mengkandaskan mimpi 11 (sebelas) nama kandidat yang diusulkan dalam sejumlah kabinet bayangan maupun berdasarkan isu yang beredar selama ini.
Seperti sudah tersiar sebelumnya ada 11 calon namanya digadang-gadang bakal menjadi menteri pariwisata yakni Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspa Yoga, Jeffrie Geovanie, Mira Lesmana, Garin Nugroho, Rusdi Kirana, Muhaimin Iskandar, Sapta Nirwandar, Yanti Sukamdani, Dr. Sylviana Murni, S.H., M.Si, Chandra Andi Salam, dan Komjen Pol (Purn) I Made Mangku Pastika.
Dari ke-11 nama tersebut, Puspa Yoga yang paling banyak diusung sejumlah kabinet bayangan ketika itu. Ternyata AAGN tidak menjadi menteri pariwisata melainkan justru dijadikan Menteri Koperasi dan UKM oleh Presiden Jokowi.
Nama Arief Yahya sebelumnya sempat disebut-sebut akan mengisi posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) karena ia memiliki pengetahuan tentang information communication technology ( ICT). Apalagi dia pernah mendapat gelar Master bidang Software and Telecommunications dari University of Surrey, Inggris.
Namun ternyata Arief justru ditunjuk sebagai menteri pariwisata karena keahlian pemasarannya.
Jokowi punya alasan kuat mengapa akhirnya dia Arief Yahya menduduki salah satu pos menteri di kabinetnya tersebut.
Menurut Jokowi, Arief Yahya itu sosok yang mumpuni di bidang pemasaran.
“Arief Yahya adalah seorang profesional. Beliau juga penerima anugerah Marketer of the year 2013,” puji Presiden Jokowi usai menyebut nama Arief Yahya sebagai menteri pariwisata dalam pemerintahannya.
Presiden Jokowi juga sempat berseloroh ketika memperkenalkan Arief. “Hati-hati dengan Pak Arief, karena Anda pun bisa dipromosikan, tentu dengan cara-cara IT,” ujar Jokowi.
Dengan terpilihnya Arief Yahya yang merupakan orang Banyuwangi, Jawa Timur, berarti Presiden Jokowi mengubur stigma selama ini bahwa menteri pariwisata itu jatahnya orang Bali.
Arief Yahya lahir di Banyuwangi, 2 Maret 1961 adalah lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kini masih menjabat sebagai orang nomor 1 atau CEO Telkom Indonesia sejak 11 Mei 2012, menggantikan posisi Rinaldi Firmansyah.
Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia sejak tahun 2005. Ketika itu dia memperoleh beberapa penghargaan, di antaranya Satyalencana Pembangunan pada tahun 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima di Kalimantan dan Jawa Timur dari Presiden RI. Pada tahun yang sama, Arief masuk dalam daftar ”25 Business Future Leader” versi majalah Swa.
Sebelumnya Arief Yahya menerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi dan Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review. Dia juga terpilih sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012.
Arief Yahya dibesarkan dalam keluarga sederhana dengan ayah, H. Said Suhadi yang berprofesi sebagai pedagang dan ibu, Hj Siti Badriya yang aktif dalam organisasi keagamaan.

Tugas Berat
Dia juga akan mengajak komunitas-komunitas terkait pariwisata seperti komunitas kuliner dan sebagainya, termasuk komunitas berdasarkan area. “Dengan penggunan sosial media dan komunitas akan mendapat masukan-masukan dan kritikannya yang lebih langsung,” pungkasnya.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.