Explore

Pawai Obor Malam Tahun Islam: Tradisi Khas, Petik Hikmah Hijrah, dan Syiar

Indonesia, salah negara yang cukup ramai merayakan malam tahun baru Islam. Salah satunya dengan menggelar pawai obor pada malam tahun baru hijriah tersebut.

Di Indonesia pawai obor malam Tahun Baru Islam sudah ada sejak lama atau dengan kata lain merupakan tradisi yang hidup sejak dulu.
Pelaku pawa obor ini bukan hanya dilakukan warga pedesaan, pun yang tinggal di perkotaan, termasuk di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Makassar, dan lainnya.
Sejumlah masyarakat di daerah Banten, Sulawesi Utara (Sulut), Kalimantan Tengah (Kalteng)  sampai Aceh pun merayakannya dengan kekhasan masing-masing.
Sesuai namanya, pawai obor malam Tahun Baru Islam adalah kegiatan berkeliling dengan berjalan kaki dari satu titik awal ke titik akhir yang dilakukan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja sampai orang tua sambil membawa obor pada malam tahun baru Islam.
Nah, malam tahun baru Islam 2025 jatuh pada Kamis malam (26 Juni). Biasanya pawai obor tersebut dilakukan selepas salat magrib berjemaah di masjid ataupun musala sampai jelang masuk waktu isya . Ada juga yang mengadakan sesudah salat isya berjemaah.
Obor yang dibawa bukan semata alat penerang pun punya makna tersirat yakni  cahaya Islam yang menerangi umat manusia dari kegelapan (kebodohan dan hal buruk lain).
Selain obor, biasanya pesertanya ada yang membawa bendera Merah Putih dan panji-panji Islam, spanduk, poster berisi  pesan-pesan Islami, alat musik pukul seperti drum, bedug dan rebana, dan atau alat musik tradisional setempat.
Pakaian yang dibuatkan umumnya baju muslim untuk peserta pria seperti baju koko, sarung ataupun celana panjang dan peci. Sedangkan pakaian muslimah berikut dengan hijabnya biasa dikenakan  peserta perempuan. Di beberapa daerah pesertanya ada juga yang mengenakan pakaian daerah setempat sehingga terasa semakin berdaya tarik lebih pawai obor tersebut.
Saat berpawai, ada yang sambil melafazkan zikir, selawat, dan atau memutar lagu religi agar pesertanya bersemangat.
Di Kota dan Kabupaten 
Di Jakarta, misalnya sejumlah warga di RW 08 Kelurahan Menteng menggelar pawai obor malam Tahun Baru Islam 1447 Hijriah dengan berjalan membawa obor seraya ber-selawat pada Kamis malam (26/6/2025).
Begitupun dengan warga dari RT 01 hingga RT 14 di lingkungan RW 02, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur,
Hasil serupa juga dilakukan warga Kota Bandung. Ribuan warganya memadati kawasan pusat Kota Bandung pada Kamis (26/6) untuk mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah. Pawai dimulai dari Jalan Kebon Sirih, Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan sampai ke Jalan Wastukencana.
Hal yang sama juga dilakukan warga  kota Cimahi. Ribuan warganya memadati kawasan Alun-alun Cimahi untuk mengikuti pawai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah serta diisi dengan tausiah oleh KH Ubaidillah dan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan tahun yang baru.
Di Manado, Sulut, sejumlah warganya juga berpawai dari halaman Masjid Rabbani lalu mengitari perumahan GPI, Kecamatan Mapanget sambil membawa obor.
Begitupun dengan warga Subang menggelar pawai obor  dari depan Masjid Agung Subang di Jalan Wangsa Gofarana dan berakhir di Jalan Otto Iskandardinata (Otista).
Hal yang sama juga dilakukan warga di Provinsi Banten, antara lain warga Cipondoh, Kota Tangerang dan warga dari berbagai kampung di Desa Pasirgintung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.
Dikutip dari Beritasatu.com, warga menggelar tradisi pawai obor sejauh 3 kilometer, Kamis (26/6/2025) malam. Pawai obor ini berlangsung meriah dengan berbagai replika hiasan dan hasil bumi yang dibawa masing-masing kelompok RT. Tradisi pawai obor ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah, sekaligus memperingati hari jadi ke-18 Desa Pasirgintung.
Hal yang sama juga dilakukan sejumlah   warga di Kota Bogor, Karawang, maupun warga Lembang di Kabupaten Bandung Barat; warga Cibinong, Kabupaten Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman; warga kota Palangka Raya, Kalteng di Bundaran Besar; dan warga Makassar menggelar pawai obor bertema “Bersama Kita Nyalakan Obor Peradaban Untuk Indonesia Lebih Terang”.
Di Aceh, seperti dikutip dari ajnn.net, ratusan santri dari Dayah INAHU, Gampong Tumpok Teungoh Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, melaksanakan pawai obor guna memeriahkan malam tahun baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah. Sebelum mengelilingi kota menggunakan obor, santri dan para majelis serta masyarakat sekitar lebih dulu berkumpul di halaman masjid dayah setempat. Mereka kemudian berkeliling Kota Lhokseumawe dengan berjalan kaki diiringi lantunan takbiran.
Begitupun dengan sejumlah warga yang tinggal di Kabupaten Aceh Besar. Dikutip dari serambinews.com, di Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, anak-anak dan sejumlah warga menggelar  pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Kamis (26/6/2025).
Rute yang dilalui peserta sepanjang 2 Km mulai dari halaman meunasah setempat, kemudian menuju jalan utama di Dusun Sentosa, jalan kabupaten, Dusun Mulia dan kembali finish ke halaman meunasah gampong.

Banyak Manfaat

Pawai obor yang dilakukan di berbagai kota dan daerah tersebut memang sesuai dengan kekhasannya masing-masing namun makna dan tujuannya berujung pada muara yang sama.
Makna dan tujuan atau manfaatnya banyak antara lain untuk memeriahkan malam tahun baru Islam, mengangkat  nama serta daya tarik yang hidup dalam masyarakat setempat, dan mengenalkan sejarah peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke kota Madinah kepada anak-anak dan generasi muda dengan harapan dapat memetik hikmahnya yakni merenungkan nilai-nilai hijrah yang didalamnya meliputi semangat, keberanian, ketabahan, dan kepercayaan kepada Allah SWT.
Selain itu bermanfaat sebagai sarana syiar dan dakwah Islam kepada masyarakat agar lebih paham, sebagai wadah untuk mempererat ukhuwah dan menanamkan nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat, sebagai pemicu untuk memulai tahun baru dengan semangat hijrah ke arah yang lebih baik selaras ajaran Islam serta sebagai momentum untuk introspeksi diri dan memperkuat spiritualitas.
Meskipun kadang menimbulkan kemacetan lalu lintas sesaat di titik-titik tertentu, pawai obor malam Tahun Baru Islam itu pada intinya banyak manfaatnya.
Oleh karenanya berbagai kalangan umat muslim di Tanah Air merasa tradisi kental bernapaskan Islam ini harus terus dihidupkan sekaligus mengimbau agar umat muslim bangga dan senang merayakan hari-hari besar Islam, termasuk pawai obor malam Tahun Baru Islam ini dengan tertib dan lancar. Alhamdulillah.
Naskah, foto & video: Adji Jaberio Tropis #adjitravelplus , IG @adjitropis , TikTok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180
Captions:
1. Anak-anak sampai orang tua ikut berpawai obor meriahkan malam Tahun Baru Islam.
2. Sepenggal video pawai obor malam Tahun Baru Islam di Jakarta.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top