
Saya Pecinta Alam. Kamu?
Sahabat KeNai termasuk yang suka buang sampah sembarangan, gak?
Sumber
foto FB Humas
Wanadri
udah gak aktif lagi. Saya pindahin ke sini aja postingannya karena
temanya pas. Tentang jalan-jalan.
11 Desember adalah hari gunung sedunia.
Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa nomor 27/245
menetapkan tahun 2002 sebagai Tahun Gunung Sedunia, sekaligus
menetapkan tanggal 11 Desember sebagai HARI GUNUNG
SEDUNIA (International Mountain Day) yang dimulai tahun 2003,
serta mendorong masyarakat internasional untuk menyoroti
pentingnya ‘pembangunan’ gunung yang berkelanjutan (sustainable
mountain development).Memperingati Hari Gunung Sedunia tahun 2013 ini PBB mengangkat
tema “Mountain – Key to a Sustainable Future.” Gunung sebagai
kunci bagi masa depan yang berkelanjutan. “Kami percaya bahwa
tema ini akan menumbuhkan kesadaran tentang bagaimana
peluang-peluang baru dapat membawa keuntungan bagi masyarakat
dataran tinggi dan dataran rendah, tanpa memberikan dampak
negatif terhadap sosio-ekosistem gunung”tulis FAO.
Sumber : FB Humas Wanadri
ada sebuah fakta yang membuat miris hati. Ada 3 gunung di Indonesia
dengan tingkat kotor karena sampahnya paling parah. Peringkat
pertama adalah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Pada tahun 2010
saja, terkumpul lebih dari 15 ton sampah, julai dari kantong kresek,
plastik botol minum, dan lain sebagainya.
parah adalah Ranu Kumbolo dan Kalimati. Bahkan di 2 tempat tersebut
katanya ada tumpukan sampah yang tebalnya mencapai setengah meter.
Kalau dikumpulkan sampah-sapah tersebut bisa lebih dari 1 ton
semalam.
lainnya. Selain itu, pendaki yang iseng memancing di Segara Anak
juga meninggalkan ikan-ikan yang membusuk.
alam. Pendakian gunung Gede Pangrango mempunya jalur pendakian
‘termudah’ melalui jalur Cibodas. Gunung Semeru, membludak
pengunjungnya sejak film 5cm. Gunung Rinjani katanya sempat
‘terselamatkan’ dari sampah pada tahun 2012 karena Rinjani Trek
Management Board membuat peraturan pembelian sampah dari gunung.
Kebijakan tersebut lalu dihentikan karena harga tiket masuk
diturunkan oleh pengelola Taman Nasional Gunung Renjani.
Jangan buru-buru menghakimi orang Indonesia, ya. Karena yang
melakukan itu gak cuma para pendaki dari Indonesia aja, kok. Di
gunung Rinjani misalnya, katanya kebanyakan yang berkunjung ke sana
adalah pendaki asing. Tapi teteuuuuppp sampah di mana-mana.
atas saya menulis kalimat kalau para pelakunya adalah pendaki yang
BUKAN pecinta alam. Iya, kalau pecinta alam pasti gak akan merusak.
Seorang pecinta alam pasti akan menjaga alam.
berhak, dong, kalau mengakui saya juga seorang pecinta alam. Gak
harus jadi pendaki dulu untuk bisa mencintai alam. Bahkan mereka
yang pernah mendaki pun gak semuanya mencintai alam. Terbukti, kan,
udah ada fakta kalau di gunung pun sampah berserakan. Miris!
Foto-foto keren kamu di puncak gunung gak akan ada artinya
kalau untuk mencapai ke sana sambil buang sampah sembarangan.
Apa yang kamu nikmati selama perjalanan? Alam yang indah, kan?
Tapi, kok, tega kamu rusak?
Jangan buang sampah sembarangan. Sanggup itu? *tanya diri sendiri
Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time
-Anonymous-

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.