
Selain empat (4) jenis wayang dan musikalisasi puisi penyair Ridwan Ch. Madris, Pekan Pesona Pesantren 2017 yang berlangsung di Pesantren Sirnarasa, Dusun Ciceuri, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, juga menghadirkan Seni Gembyung yang diyakini sebagai seni peninggalan jaman para wali.
Alat musik tersebut termasuk jenis membranophone, dimana kulit binatang dalam hal ininkulit kambing sebagai sumber suara dengan kuluwung (ruang resonator) terbuat dari kayu berbentuk bulat.
Grup Gembyung di kampung ini menggunakan 3 jenis terebang dan kendang sebagai instrument tambahan.
Vokalnya disebut pupuh. Lagu-lagu yang dibawakan antara lain pupuh assalam, bissahri, tanakoltu, pupuh wulidal, dan lainnya.
Sementara di Kecamatan Panumbangan, tepatnya di Kampung Unu Nun, Desa Banjar Angsana ada grup Gebyung Al-Muropaqoh pimpinan Abah Iing yang menjadi salah satu pengisi acara dalam puncak acara Pekan Pesona Pesantren 2017.

Di culture event tersebut, Seni Gembyung bukan sebatas menyemarakkan puncak acara yang mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pada Sabtu (2/9) pukul 3 sore di Pesantren Sirnarasa, pun sebagai upaya masyarakat Panjalu memelihara seni warisan jaman para wali ini agar tidak tergerus oleh seni modern yang berupaya keras menggeser seni tradisional.
Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)
Captions:
1. Para pemain Seni Gembyung rata-rata pria yang sudah uzur.
2. Seni Gembyung dulu dan kini jadi media dakwah.

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.










