catatan gowes

THE UNFINISHED EXPLORATION

 




false
EN-US



































































































































































































































































































































































































Minggu,
24 Januari 2021,

Halo
sobat goweswisata dan para penikmat dunia jalan-jalan, apa kabar kalian semua?
Semoga selalu sehat ya, terlebih dimasa pandemic seperti sekarang ini. Hmmm…
gimana nih, apa kalian merasa bosan karena harus mengurangi kegiatan diluar
rumah dan menjalankan work from home selama kurang lebih hampir setahun ini,
apalagi beberapa tempat wisata juga sementara sedang ditutup atas himbauan dari
Pemerintah untuk mengurangi aktivitas apapun yang berpotensi menimbulkan
penumpukan massa atau keramaian, walau rada bête tapi kalian harus tetap patuh
ya, liburan atau berwisata sih boleh dan sah-sah saja selama kalian tetap
menjalankan protokol kesehatan dan membatasi jumlah orang yang ingin kalian
ajak, dan untuk sementara waktu hindari bepergian ke lokasi wisata yang sedang
viral karena dapat dipastikan bahwa apapun yang sedang viral biasanya cenderung
ramai pengunjung, nah kalian kan tidak mau sehabis berwisata eh malah jadi
sakit akibat tertular penyakit. Terus solusinya bagaimana dong? Mana ada tempat
wisata yang sepi? Eeehh… jangan salah tempat-tempat menarik yang masih sepi dan
asri pastinya selalu ada, hanya dibutuhkan kejelian dan kesabaran untuk
mencarinya, seperti yang saya lakukan kali ini

 

Petualangan
kali ini bermula karena saya sedang bosan akibat kelamaan dirumah dan ingin
mencari ide untuk postingan terbaru di blog goweswisata ini, iseng-iseng
googling dengan keyword “lokasi wisata sekitar Berbah Yogyakarta” dan terus
scroll sampai akhirnya saya melihat ada sebuah lokasi yang kelihatannya menarik
karena belum ada artikel yang mengulasnya, yaitu Goa Songkurang

 

 

Berdasarkan
penelusuran via googlemaps ada dua lokasi yang bernama sama yaitu Goa
Songkurang, walau nama daerah dan area lokasinya hampir sama namun rute dan
poin penitikannya berbeda, nah lho mau ikut rute yang mana duluan nih, okelah
kita coba rute pertama dulu ya

 

Poin
penitikan yang pertama berada di daerah Jonggalan, rutenya kalau dari JEC cukup
mudah, kita hanya kearah Timur melalui Berbah searah dengan rute yang menuju lokasi
Lava Bantal,  dari situ kemudian terus
menuju arah Sorogedug dan Desa Sawo, Setibanya di Desa Sawo kemudian menuju ke
Dusun Watubalik dan ikuti jalan yang menanjak kurang lebih sepanjang 1,5km
menuju Dusun Gunungcilik, rute tanjakannya sebenarnya tidak terlalu parah hanya
saja karena panjang dan cukup licin maka saya memilih untuk menuntun saja, yah
anggap saja sedang trekking sembari mendorong sepeda, toh hanya 1,5km ini,
tidak terlalu jauh lah ya

 

Pabrik tembako di kawasan Sorogedug



 
 

Ambil atau ikuti rute jalan yang menanjak

 


 


 


 


 

Sesekali
berhenti untuk melihat googlemaps, menurut si peta katanya lokasi hanya tinggal
500 meter lagi, okelah lanjut dorong dan gowes. Anehnya walaupun menurut peta
Mbah google lokasinya tinggal 500 meter lagi tapi dari beberapa warga sekitar
yang saya jumpai dan saya tanya, tidak ada satupun dari mereka yang tahu
keberadaan Goa Songkurang, boro-boro tahu lokasinya wong mendengar nama Goa
Songkurang saja mereka belum pernah, padahal logikanya kalau ada spot wisata
yang unik disekitar lokasi tersebut pastinya warga sekitar harusnya tahu dong,
karena kan lumayan kalau diberdayakan dan dikelola oleh warga desa pasti bisa
menambah pemasukan kas desa, jadi agak ragu sebenarnya ini Goa beneran adakah?
Fotonya sih ada di google tapi apa benar lokasinya sesuai dengan penitikan di peta?

 

Satu
persatu penanda patokan lokasi yang ada di peta mulai ketemu, mulai dari nama
Dusun hingga Mushalla, tapi setelah bangunan Mushalla dimana harusnya ada jalan
masuk kekanan, tapi setelah saya cari dan puterin tetap tidak ada, nanya ke
warga sekitar lagi-lagi tetap tidak ada yang tahu, akhirnya saya putuskan untuk
lanjut menanjak dengan pemikiran bahwa difoto yang ada digoogle terlihat
penampakan mulut Goa dengan karakter bebatuan dan aliran air yang sepertinya
sama dengan bebatuan aliran air atau Kali, berarti disini saya hanya harus
mencari aliran air dan mengikuti kemana aliran tersebut, entah keatas atau
kebawah

 

Hingga
akhirnya saya melihat ada jembatan dengan debit air yang hanya sedikit,
sepertinya aliran air ini mengandalkan ketersediaan airnya kepada curah air
hujan, namun karakter bebatuannya sepertinya agak berbeda dengan yang ada di
internet, akhirnya saya coba untuk menanjak lagi sampai akhirnya terlihat ada
sebuah jembatan lagi dengan debit air yang lagi-lagi sedikit tetapi karakteristik
bebatuannya cukup mirip dengan bebatuan Goa Songkurang yang ada di internet,
nah ini mesti menyusuri ke atas atau kebawah ya? Kalau harus trekking lalu
enaknya sepeda ditaruh dimana ya supaya aman

 



Akhirnya
sepeda saya parkir di lahan yang ada dekat jembatan dan saya mencoba untuk
sedikit menyusuri keatas, oya bagi kalian yang ingin mencoba kegiatan seperti
ini seorang diri pastikan perlengkapan keamanan yang kalian bawa cukup ya,
disini saya memakai sepatu untuk kegiatan outdoor/hiking dengan pertimbangan
sepatu seperti ini setidaknya multifungsi untuk segala medan, kemudian saya
juga membawa senter, drybag, beberapa toolkit survival dan peluit, semua saya
masukkan kedalam waist bag bersama dengan peralatan dokumentasi, jadi sekali
lagi utamakan keamanan dan keselamatan ya, jangan hanya sekedar mengejar foto
yang instagramable namun mengabaikan faktor keselamatan

 

Sesampainya
dibagian atas saya tetap tidak melihat ada tanda-tanda lokasi Goa, sepertinya
rute penitikan Goa Songkurang pada googlemaps kali ini salah, walaupun begitu
perjalanan kali ini tidaklah terlalu sia-sia karena disekitar lokasi ini justru
saya menemukan beberapa spot yang memiliki view yang cukup menarik, seperti
aliran air ini yang jika debit curah hujannya sedang banyak maka akan tercipta
semacam grojokan, suasana sekitarnya pun cukup asri dengan dikelilingi banyak
tumbuhan hijau

 



Kesimpulannya,
rute penitikan Goa Songkurang pertama yang ada di googlemaps kali ini
sepertinya salah, namun masih ada rute kedua yang akan saya coba jelajahi di
postingan berikutnya

 

Tempat-tempat
indah yang tersembunyi pastinya selalu ada, mereka hanya menunggu untuk
ditemukan oleh orang-orang yang memiliki rasa penasaran dan haus akan
petualangan, dan mungkin kalian adalah salah satu dari orang-orang tersebut


, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top