Aku punya kisah seru tentang satu resort menarik di kawasan Lembang. Kamu mau mendengarnya? Ya, tentu saja.
Aku mau bercerita tentang glamping di Trizara Resort. Ini spesial. Kamu harus baca dan nggak boleh ketinggalan pengalaman menginap di sana.
Glamping alias glamor camping jadi hits sejak tahun 2016 kurasa. Istilah ini bermula dari keinginan orang untuk kemping tapi nggak mau repot menyiapkan segala perlengkapannya. Ingin kemping tapi nggak kedinginan dan nggak digigitin nyamuk atau berdrama dengan tenda bocor saat hujan. Aku pernah mengalami drama seperti itu beberapa kali kemping di gunung dan lembah. Nah, kali ini, glamping jadi acuan kemping gaya kekinian. Nggak pakai repot. Kita tinggal tidur di tenda dengan fasilitas lengkap ala hotel.
Salah satu glamping yang paling berkesan bagiku adalah Trizara Resort di kawasan Lembang. Waktu itu aku dan Junisatya berangkat ke Lembang dalam rangka pekerjaan dan bertemu teman. Jadilah kami sekalian ingin staycation di sana. Sebelumnya sudah ada teman-temanku yang merekomendasikan resort ini karena konsep uniknya. Nggak salah memang aku menjatuhkan pilihan untuk menginap di Trizara Resort.



Saat memasuki kawasan Trizara Resort, kami melewati sebuah kampung dengan jalan yang cukup sempit. Namun, hamparan lereng bukit yang menghadap ke timur tidak bisa diabaikan. Dengan bantuan google maps, kami selamat sampai di halaman parkir Trizara Resort. Ada gapura besar dan tinggi bergaya bangunan Eropa klasik. Kami memasuki gerbang dan disambut dengan rumput sintetis dengan tulisan Trizara yang juga besar. Area lobi untuk check in juga dibuat terbuka dan memperlihatkan lereng bukit dan lembah di bawah sana. Suasana sejuknya langsung terasa. Ternyata setelah check in, kami harus menunggu mobil jeep disiapkan oleh crew Trizara untuk mengantar kami ke tenda yang tepat. Sembari menunggu, ada welcome drink yang disuguhkan, es jeruk segar dengan view cantik sore hari.
Begitu jeep sudah datang, kami pun melaju melewati tenda-tenda yang didirikan seperi konsep rumah alam dan punya blok-blok. Karena berlokasi di area lereng bukit, jalanan pun ada tanjakan dan turunan. Tenda kami berada agak di bawah persis di tepi lereng. Kami diberikan kunci gembok dan tadaaaa…tenda kami yang sederhana ternyata di dalamnya sudah ada kasur yang nyaman, meja, peti (pengganti lemari) dan kamar mandi shower serta kloset duduk. Ada beranda dengan 2 bangku malas yang pas untuk menikmati pemandangan alam di depan tenda. Lantainya terasa dingin karena semen unfinished. Dingin sekali. Untungnya di kamar disiapkan dua slippers untuk di dalam tenda.
Junisatya langsung menyeduh kopi hangat yang bisa dinikmati dari beranda. Mau sore, mau pagi, pemandangan dari depan tenda kami sungguh priceless. Area beranda tenda ini jadi favoritku. Kalau malam hari, ada api unggun yang dinyalakan oleh petugas resort. Aku bisa ikut api unggun bersama para pengunjung lain karena api unggun disediakan di beberapa titik jadi memungkinkan untuk para pengunjung yang sedang gathering atau outing.



Setiap dekat dengan alam seperti glamping di Trizara Resort ini, aku tetap nggak mau kehilangan momen sunrise. Apalagi tenda-tenda di sini menghadap ke arah timur. Aku memandangi momen matahari terbit dengan bulat sempurna karena langit sedang cerah esok paginya. Melihat sunrise di beranda tenda membuat pagiku lebih rileks, santai, dan sehat. Saat matahari mulai tinggi, kami pun meminjam sepeda yang dapat dipakai siapa aja di area resort. Sepedaan mengitari komplek Trizara asyik lho. Kena matahari pagi dan membakar banyak sekali kalori. Kenapa? Karena tekstur datarannya berliku dan bergelombang. Tanjakan dan turunannya bikin keringetan. Apalagi kalau mau sarapan yang lokasinya dekat dengan area lobi. Senang sekali, bisa sarapan setelah olahraga pagi. Ku merasa pagiku bermakna sekali hari itu.
Glamping seperti di Trizara Resort bukan satu-satunya kok. Tapi, di Trizara Resort, area outbond-nya cukup luas. Selain bersepeda, kita bisa main trampolin, ayunan, flaying fox, dan beberapa permainan yang menguji nyali di ketinggian. Banyak pilihan tenda dengan beberapa sudut panorama. Kalau kamu nggak coba glamping di Trizara Resort langsung, nggak akan tau sensasi menginap dekat dengan alam seperti ini tapi dengan fasilitas hotel lengkap.



Bagi yang mau liburan ke Bandung atau Lembang juga, kamu bisa cek hotel di pegipegi, bisa melalui website atau pun aplikasi. Ada banyak promo menarik di sana dan harga hotelnya cenderung lebih murah dengan memanfaatkan poin member atau diskon dari beberapa merchant bank untuk sistem pembayaran. Kebetulan dalam rangka menyambut liburan akhir tahun, Pegipegi punya program GEMPITA alias Gemerlap Promo Akhir Tahun. Kita bisa memanfaatkan momen ini untuk pesan hotel di Pegipegi. Lumayan dapat diskon hingga 20% ditambah potongan harga hingga Rp1.200.000. Untuk info lebih lengkap, kamu bisa intip website-nya. Kalau sudah punya aplikasi di ponsel malah lebih bagus lagi, karena pemesanan jauh lebih hemat via aplikasi.
Kamu tinggal masuk ke menu pencarian hotel dan tentukan kota dan tanggal menginap di sana. Pegipegi akan memberikan beberapa alternatif penginapan dari yang harganya paling tinggi ke harga paling rendah. Ada filter pencarian untuk menentukan rentang harga sesuai budget-mu dan jenis hotelnya berbintang berapa.



Setelah membaca penawaran menarik dari pegipegi.com, aku jadi pengin coba memesan hotel lain untuk perjalanan selanjutnya. Hmm, enaknya ke mana ya? Ada ide nggak?

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.