
Tanakita,” kata suami.
“Ke Tanakita lagi hujan deras kayak gini? Gak asik, ah. Etapi
tergantung, siiiihh…,” jawab saya.
Jalan-jalan yang asik memang gak melulu bicara tentang uang sebagai
faktor penentunya. Waktu yang tepat pun bisa menjadi faktor penentu
nikmat ataui tidaknya jalan-jalan. Buat suami saya, hujan yang terus
mengguyur bumi itu paling enak kalau sedang ada di Tanakita ditemani
dengan secangkir kopi.
Saya pun sebetulnya juga setuju. Bukan karena saya seorang peminum
kopi. Tapi, hanya di dalam tenda, tidur-tiduran sambil membaca buku,
rasanya sangat nikmat sekali. Kalau perlu tidur saja selama ada di sana,
ditemani dengan sleeping bag yang menghangatkan badan. Yang namanya
liburan, memang gak selalu harus terus-terusan jalan ke sana-kemari,
kan? π
Hanya saja, kami masih memiliki 2 orang anak kecil. Mana betah mereka
kalau hanya berdiam diri di tenda dalam waktu lama. Saat musim hujan
pula. Justru musim hujan adalah saatnya mereka bersenang-senang
sepuasnya bermain air. Dan, itu menyenangkan sekali buat mereka.
Sementara saya kadang suka males ngumpulin baju basahnya hahaha.
Intinya, sih, ketika Sahabat Jalan-Jalan KeNai ingin bepergian
sebaiknya cari tahu tentang waktu yang tepat. Sunrise gak selalu bisa
terlihat di Bromo. Kalau hujan, kemungkinan besar kita tidak akan bisa
melihat matahari terbit. Bali juga gak selamanya panas. Padahal, umumnya
kalau ke Bali kita ingin menikmati pantai. Rasanya kurang nyaman kalau
ke pantai saat musim hujan.
Walopun begitu bukan berarti musim hujan gak enak buat jalan-jalan,
lho. Kalau saya dan keluarga, saat musim hujan biasanya lebih banyak
jalan-jalan ke tempat indoor. Nonton bioskop, main di playground mall,
pokoknya yang areanya tertutup.
Jadi mulai sekarang, sebaiknya perhatikan waktu yang tepat untuk
berlibur, ya π

, Terimakasih telah mengunjungi Ulasani.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.