Cerita

Cerita Seks Malam Mama di Motel

Menurutku, papa adalah orang yang agak konyol. Dia memang konyol dan beruntung, tetapi dia tipe pria yang tidak pernah menyadari bahwa keberuntungan yang membawanya ke titik ini. Papa beruntung sekali berada di tempat yang tepat di waktu yang tepat. Melalui serangkaian kebetulan, dia akhirnya menikah dengan wanita yang jauh lebih unggul darinya dalam hampir semua hal.

Waktu kecil, mama bersekolah di sekolah khusus perempuan. Suatu malam, mama bertemu papa di salah satu tempat nongkrong. Papa bisa dibilang anak kota. Tumbuh besar di keluarga besar di kota yang sama dengan tempat kuliahnya mama. Pada malam mereka akan bertemu, pacar mama menelepon dan bilang kalau hubungan mereka tidak berhasil (dia kemudian menelepon memohon untuk balikan, tapi sudah terlambat) dan mereka harus putus. Mama menerima tawaran itu dengan berat hati dan memutuskan malam itu waktu yang tepat untuk minum bir sampai mabuk. Mama bertemu dengan papa ketika mereka secara tidak sengaja duduk bersebelahan. Mereka berdua mengobrol dan minum sampai mabuk. Setelah minum, mereka secara tidak sadar pergi ke motel terdekat. Persetubuhan panas di sebuah kamar motel, membuat mamaku hamil. Itulah cerita bagaimana ciciku bisa lahir, hehehe.

Mama, karena anak yang baik, mau menikah dengan papaku. Mereka menikah dan memiliki dua anak lagi, dengan aku sebagai anak bungsu. Saat aku berusia 18 tahun, mama baru saja menginjak usia 42 tahun. Cici dan kokoku sudah pindah dari rumah.

Izinkan aku bercerita sedikit tentang mamaku. Beliau memiliki badan yang langsing, kencang dan kulitnya putih mulus. Kedua payudaranya berukuran H-cup dan terlihat sangat menawan. Rambut ikalnya panjang alami dan indah. Namun, daya tariknya yang paling memikat adalah daya tarik seksual yang terpancar darinya. Ke mana pun kami pergi, aku selalu melihat kaum pria dari berbagai jenis menatapnya. Tatapan mereka terkadang dengan penuh nafsu. Sepertinya tak seorang pun kebal terhadap pesonanya. Para pria mesum selalu berlomba-lomba mendekatinya, dan mereka selalu berakhir gatot alias gagal total. Setahuku, mama tidak pernah mengkhianati papaku, meskipun, seperti yang pernah dikatakan papaku (dengan sedikit bangga), dia merasa tidak perlu berhubungan seks lebih dari sekali dalam sebulan .

Teman – temanku bahkan tidak luput. Suatu hari, saat sedang main kartu remi, temanku Bimo berkata kalau dia jatuh cinta pada mamaku. Kupikir dia bercanda. Tetapi, semakin kami mengobrol, semakin dia meyakinkanku kalau dia serius. Sebelum kami lulus, Bimo adalah bintang sepak bola untuk tim SMA kami (begitulah aku mengenalnya. Aku bermain sebagai bek). Dia juga seorang bajingan yang tampan dan bertubuh atletis. Bimo juga memiliki tubuh tinggi dan kulit kecoklatan. Aku terkejut saat mengetahui dia terobsesi dengan mamaku. Padahal ada banyak gadis di angkatan kita yang cantik – cantik, tapi dia malah lebih suka sama mamaku. Ketika dia bertanya apakah aku terganggu karena dia ingin mendekati mamaku, aku akui tidak. Bahkan aku tidak masalah jika dia ingin ngentot dengan mamaku. Aku mungkin keberatan jika dia punya kesempatan. Tapi aku mengenal mamaku dan dia bukan tipe orang yang akan selingkuh dari suaminya – apalagi dengan pria seusia anaknya.

Aku tidak terlalu memikirkannya lagi, sampai seminggu kemudian, Bimo menyinggungnya lagi. Katanya dia sudah berpikir keras, tapi belum menemukan cara untuk mendekati mamaku. Setelah bercanda sebentar, aku menyarankan dia untuk mengajaknya jalan – jalan ke mall. Aku akan membujuk mama untuk ikut bersama dengan kami. 

“Aku akan pura-pura pamit karena ada keperluan,” kataku, “setelah itu, terserah kamu.” 

Satu syarat yang kuberikan untuk mengatur semuanya adalah dia harus memfoto dan merekam semuanya. Bimo setuju dengan antusias.

Di akhir pekan, papa pergi bermain golf ke luar kota bersama beberapa temannya. Jadi, Bimo dan aku menyadari kalau ini adalah saat yang tepat untuk mewujudkan rencana kami. Aku akan memberi tahu mama bahwa aku dan Bimo akan pergi jalan – jalan di mall, dan kami ingin mengajak beliau juga. Sore harinya, aku dengan polos bertanya kepada mama apa rencananya malam ini. Mama bilang tidak punya rencana. Aku meminta mama untuk ikut jalan – jalan di mall bersama kami. Awalnya, mama tertawa dan bertanya mengapa dua pemuda seperti kami mau mengajak seorang wanita tua.

“Kami tidak tertarik membawa wanita tua. Kami lebih suka Mama yang muda dan seksi ikut bersama kami,” kataku, “Bimo bilang kalau menurutnya, mama adalah wanita yang paling cantik dari semua orang yang kami kenal.”

Mama tersanjung, dan aku merasakan ada kegembiraan saat mengatakannya. Aku bertanya-tanya apakah Bimo mungkin punya peluang yang lebih tinggi daripada yang aku kira. Mama akhirnya setuju bahwa mungkin akan menyenangkan ikut pergi, dan setidaknya itu bisa membuatnya keluar rumah.

Bimo menjemput kami pukul 6:30 PM dengan mobil milik kakaknya. Aku meminta mama duduk di depan, sementara aku di belakang. Aku mengedipkan mata kepada Biom dan dia segera tancap gas.

Mama tampak luar biasa malam ini. Dia mengenakan tanktop putih dan celana jeans ketat. Bimo bilang ada minuman dingin di kotak yang dia bawa, dan kita dipersilakan untuk meminumnya. Mama berkata bahwa teman-temanku selalu tampak begitu baik kepadanya. Aku tertawa dan bertanya-tanya apa pendapatnya tentang perilaku Bimo nanti. Aku mengambil satu dan menyeruputnya sedikit. Tidak lama kemudian, kita tiba di mall.

Kita kemudian berjalan masuk ke dalam. Suasana mall malam ini lumayan ramai. Aku dan Bimo bisik – bisik mengenai rencana kita.

“Aku sudah mengatur semuanya, hehehe,” kata Bimo.

“Oke deh,” sahutku, “tapi ingat … jangan lupa foto dan rekamannya ya.”

“Kalian sedang bisik – bisik apa?” tanya mama.

“Tentang kegiatan sekolah, hehehe,” jawabku tanpa pikir panjang.

“Tapi kok pake bisik – bisik segala?” tanya mama, penasaran.

“Karena ini urusan anak laki – laki, Tante,” jawab Bimo.

“Hahahaha, emang ya kalian ini!” Mama tertawa renyah.

Kami lalu menuju ke lantai 2 dan berkeliling melihat sekitar kami. Puas berjalan – jalan di lantai 2, kami lanjut naik ke lantai 3. Ketika tiba di lantai 3, aku menghentikan langkahku.

“Mam, Bimo,” kataku, “aku baru saja ingat kalau aku ada tugas yang harus aku kerjakan di rumah. Aku pamit pulang dulu ya.”

“Kok dadakan banget?” tanya mama.

“Aku bener – bener lupa,” jawabku.

“Dasar kamu ini!” Bimo menepuk dahinya.

“Selamat bersenang-senang,” ucapku sambil ngacir menuju ke lift.

***

Aku pulang ke rumah dengan taksi online. Tiba di rumah, aku mengecek HP-ku. Aku menerima dua voice message dari Bimo. Aku buka yang pertama, dan isinya cuma obrolan ringan mama dan Bimo. Voice message kedua mulai agak sus percakapannya.

“Tante, mau ke bar dekat sini gak?” tawar Bimo.

“Boleh,” sahut mama, “tante udah lama banget gak ke bar.”

“Wahh, ini,” ucapku dengan agak deg – degan.

Beberapa detik kemudian, Bimo mengirimkan tiga foto. Dua foto pertama menampilkan mamaku yang sedang menikmati minumannya. Foto ketiga adalah foto selfie Bimo dan mamaku saling merangkul bahu. Kemudian, Bimo mengirim sebuah voice message.

“Tante, mau mampir ke motel?” tanya Bimo.

“Gila! Frontal banget nih anak,” ucapku.

“Mau ngapain mampir ke motel? tanya mama.

“Istirahat dan nyantai sejenak,” jawab Bimo.

“Hmph … boleh,” sahut mama.

“Wow! Mamaku kok mau diajak ke motel?” pikirku.

***

20 menit telah berlalu, Bimo belum mengirim lagi voice message atau foto kepadaku. Aku jadi penasaran apa yang sedang terjadi sekarang. Beberapa menit kemudian, Bimo mengirim sebuah foto. Aku tersentak saat melihatnya. Itu adalah foto mamaku sedang berbaring telungkup di atas ranjang dengan hanya mengenakan BH dan CD berwarna putih.

“Aku akan kirimkan beberapa foto dan video pendek untuk pembukaan. Sisanya bisa kamu tonton di rumahku,” tulis Bimo.

“Kampret! Nih anak sepertinya berhasil ngentot sama mama,” ujarku.

***

30 menit kemudian, Bimo mengirimkan 5 foto dan 2 video pendek. Penisku langsung tegang ketika melihat foto – foto tersebut. Bimo memfoto mama, dalam posisi berbaring di kasur, sedang menjepit penisnya Bimo dengan payudaranya yang besar. Ada juga foto dari jarak dekat yang memperlihatkan mama sedang berlutut, mengulum penisnya Bimo yang duduk di pinggir ranjang. Sepertinya Bimo menggunakan meja yang ada di samping ranjang untuk mengambil foto ini. Penisku mulai ngaceng karena melihat foto – foto ini. Aku buka salah satu video yang dikirim Bimo.

“Wow!” Aku melongo.

Mamaku sedang menunggangi Bimo dengan goyangan yang binal. Sungguh seksi sekali. Video kedua menampilkan Bimo yang sedang ngentotin mama dalam posisi doggy style. Video diambil dari sudut pandangnya Bimo. Aku bisa mendengar suara plap plap plap dengan jelas.

“Beruntung banget tuh anak,” batinku.

Sebuah video kembali dikirim oleh Bimo. Video ini menampilkan mama dan Bimo sedang melakukan 69. Aku mengelus – elus penisku yang tegang maksimal.

“Dah lah, aku tidur aja,” ucapku.

***

Sekitar pukul 3 pagi, aku mendengar suara mobil. Aku terbangun dan segera membuka jendela kamarku. Mobilnya Bimo berhenti di depan pintu gerbang dan Bimo mematikan mesinnya. Aku memperhatikan dengan seksama. Pintu depan terbuka dan mama keluar dari mobil. Ia tampak agak goyah. Bimo turun, menghampiri mama, dan merangkulnya saat berjalan. Ia menarik mama dan menciumnya. Ciuman itu semakin bergairah dan mama mulai menaikkan kaosnya Bimo, lalu mencium dadanya. Bimo menggesek selangkangannya mama dibalik celana jeansnya. Bimo hampir mengangkat mama dari tanah sambil bercumbu. 

“Sepertinya mereka mau ngentot,” pikirku. 

Mama tiba – tiba mendorong Bimo, lalu masuk ke dalam rumah. Aku segera kembali ke kasurku, berpura – pura tidur ketika mendengar mama berhenti di depan pintuku. Dia lalu berjalan menyusuri lorong menuju ke kamarnya.

***

Keesokan paginya, aku bangun sekitar pukul 6 pagi dan menelepon Bimo. Dia sepertinya masih mengantuk, tetapi menyuruhku untuk datang dan memeriksa rekaman dan foto – fotonya. Aku bergegas turun dan mendapati mama sedang menyeruput kopi di teras.

“Kamu mau pergi ke mana?” tanya mama dengan ekspresi riang.

“Pergi ke pertandingan softball dengan beberapa temanku,” jawabku.

“Dengan Bimo?” tanyanya dengan gugup. Aku mengabaikan nadanya.

“Enggak. Dia bilang punya rencana lain. Kayaknya aku bakal menemui dia besok, jawabku. “Oh iya, ngomong-ngomong, aku nggak denger mama pulang tadi malam. Kayaknya aku udah mati rasa nih. Mama pulang jam berapa?”

“Oh, kami pulang terlambat,” jawab mama. “Kami keasikan jalan – jalan.”

“Baiklah. Kalau begitu sampai jumpa,” kataku.

“Nanti malam, ayo kita makan malam berdua saja. Aku kangen ngobrol dengan anakku,” ucapnya.

Aku mengangguk, lalu bergegas menuju ke motorku. Sesampainya di rumahnya Bimo, aku naik ke kamarnya. Bimo memintaku duduk di sampingnya. Dia lalu menyalakan PC-nya.

“Sebelum kamu mulai melihat rekaman dan foto – fotonya, aku ingin memberitahumu kalau aku sangat menyukai mamamu,” ujarnya.

“Apa karena itu kamu membiarkanku menonton video dan foto kalian sedang ngentot?” candaku.

“Karena aku sahabatmu … dan seorang teman sejati tidak berbohong kepada sahabatnya,” balasnya sambil menepuk bahuku.

Bimo telah memindahkan semua foto dan video ke PC-nya. Aku mulai dengan melihat video. Video pertama menampilkan mama yang sedang berbaring di atas kasur. Bimo menaruh kamera pocketnya di atas meja depan ranjang, lalu dia mendekati mama. 

“Tante Vania agak mabuk waktu itu,” ucap Bimo.

Bimo menawarkan diri untuk memijat punggungnya mama. Mama terlihat mengangguk pelan, lalu Bimo mulai memijat punggungnya.

Beberapa menit kemudian, Bimo bertanya, “Tante, mau lepas baju gak?”

“Hmm … kenapa harus buka baju?” tanya mama dengan suara pelan.

“Biar lebih nyaman Tante,” jawab Bimo.

Mama terdiam, tidak memberikan respons. Beberapa detik kemudian, mama beranjak duduk di atas kasur, lalu dia membuka tanktop-nya. Setelahnya, mama kembali berbaring lagi. Bimo kemudian mem-pause videonya, dan beralih ke video lain.

“Yang ini dari HP-ku,” ucap Bimo.

Pada video ini, Bimo merekam tangan kanannya yang sedang meraba punggung mulusnya mama. Bimo juga meraba – raba BH strapless-nya mama yang berwarna putih. Berikutnya, kamera HP-nya Bimo diarahkan ke pantatnya mama yang masih tertutup celana jeans. Bimo dengan berani memijat pantatnya mama. Suara lenguhannya mama mulai terdengar. Setelah itu, rekamannya terhenti.

“Lanjut buka video yang pertama,” kata Bimo.

Aku lalu skip ke bagian Bimo meminta mama untuk melepas celananya. Secara mengejutkan, mama menuruti permintaannya Bimo, dan dia melepas celana jeans-nya. Sekarang hanya tersisa BH dan CD putih di tubuh seksinya. Bimo terlihat semakin bersemangat mengelus – elus badannya mama. Alih – alih menolak, mama justru mendesah keenakan. Bimo kemudian beranjak berdiri dan mematikan kameranya.

“Kok dimatikan?” tanyaku.

“Ke video berikutnya,” ujar Bimo.

Di video berikutnya, Bimo meminta mama untuk melepas pakaian dalamnya. Bimo saat ini sedang memegang kameranya, dan diarahkan ke punggung mulusnya mama. Aku kembali dikejutkan dengan responsnya mama. Dia membalik badannya, lalu melepas BH dan CD-nya tanpa rasa malu. Bimo merekam tubuhnya mama dari atas sampai ke bawah. Ini pertama kalinya aku melihat tubuh telanjangnya mama. Body-nya benar – benar seksi. Kedua payudaranya bulat sempurna. Rambut kemaluannya dicukur sampai habis tak tersisa. 

“Kok mamaku mau – mau saja telanjang di depanmu?” tanyaku, penasaran.

“Karena dia masih mabuk, dan aku juga berhasil membuatnya sedikit sange, hehe,” jawab Bimo sambil bergaya.

“Hebat banget kamu bisa bikin nyaman mamaku,” ucapku.

“Aku belajar cara membuat seorang wanita sange selama 2 bulan,” balas Bimo.

“Luar biasa,” pujiku dengan muka datar.

Mama kemudian kembali ke posisi tengkurap. Bimo lanjut memijat punggung dan pantatnya mama. Bimo kemudian menunjukkan beberapa fotonya mama yang sedang tengkurap dalam kondisi telanjang bulat. 

“Bakal aku jadikan salah satu bahan malamku, hehehe,” ujar Bimo.

Bimo kemudian membuka video yang lain. Video yang ini memperlihatkan Bimo sedang memijat dada, perut dan pahanya mama. Mama memejamkan matanya, menikmati sentuhan dari cowo yang seumuran dengan anak bungsunya. Sekitar 3 menit kemudian, aku melongo ketika Bimo mengarahkan kameranya ke selangkangannya mama. Tangannya Bimo mulai meraba – raba bibir vaginanya mama.

“Memeknya Tante bersih dan terawat,” puji Bimo.

Mama terdiam, tidak merespons. Desahan manja mulai keluar dari mulutnya mama. Bimo lalu mengarahkan kameranya ke dadanya mama. Bimo mulai meremas payudaranya mama secara bergantian.

“Nih toket empuk banget,” kata Bimo.

Setelahnya, durasi video sudah berakhir. Bimo lalu memutar lanjutannya. Pada bagian ini, Bimo sedang mengatur posisi kamera. Dia menempelkannya di tembok, dan diarahkan ke mamaku yang sedang berbaring telentang. Bimo kemudian membungkuk dan dia berciuman dengan mamaku.

“Kok bisa?” Aku tidak percaya.

“Bisa dong, hehehe,” balas Bimo.

Sekitar 2 menit kemudian, Bimo mengangkat kepalanya, lalu dia mengarahkan penisnya ke mulutnya mama. Mama membuka mulutnya dan Bimo mendorong masuk penisnya ke dalamnya.

“Kok bisa?” Aku kembali tidak percaya.

Bimo memaju-mundurkan penisnya di dalam mulutnya mama.

“Uhhh … enak banget Tante,” lenguh Bimo.

Bimo lalu membuka video lainnya. Video diambil menggunakan HP-nya, dan memperlihatkan kedua pahanya mama sudah terbuka lebar. Bimo mengarahkan penisnya ke bibir vaginanya mama, lalu dia mendorong penisnya masuk ke dalam liang senggamanya mama secara perlahan. Penisku mengeras saat menyaksikan adegan tersebut. Penisnya Bimo yang besar dan panjang itu akhirnya masuk semua ke dalam vaginanya mama.

“Ugghhh … sempit banget!” lenguh Bimo.

Bimo mengarahkan kameranya ke wajahnya mama. Raut mukanya menunjukkan kalau mama menikmati sodokan dari penisnya Bimo. 

“Aku entot ya Tante,” ucap Bimo.

Bimo mulai memaju-mundurkan penisnya. Kamera diarahkan ke kelamin mereka berdua yang sedang beradu. Aku melongo melihat penis besarnya Bimo menyodok – nyodok vaginanya mama. Sesekali Bimo mengarahkan kameranya ke atas, untuk menunjukkan ekspresi wajahnya mama dan kedua payudaranya yang bergoyang -goyang. Bimo menggenjot mamaku dalam posisi missionary selama 5 menit. Setelahnya, video berakhir.

“Oke, lanjut ke video berikutnya,” ucap Bimo.

Video berikutnya mengambil rekaman dari sudut samping kanannya Bimo. 

“Nungging dong Tante,” pinta Bimo.

Mama menurut dan dia memposisikan dirinya menungging. Bimo meremas – remas pantatnya mama, kemudian dia mendorong masuk penisnya ke dalam vaginanya mama. Bimo kembali menyetubuhi mamaku.

“Ughhh! Memeknya lebih sempit!” ujar Bimo.

Mama mendesah menikmati sodokan dari penisnya Bimo. Sembari menyodok mama, Bimo juga meremas pantat dan payudaranya mama yang bergoyang ke depan dan ke belakang. Sekitar 4 menit kemudian, mama mendesah panjang dengan kepala mendongak ke atas. Bimo menghentikan sodokannya.

“Orgasme ya?” tanya Bimo.

Mama merespons dengan anggukan pelan. Dia hanya terdiam dengan nafas terengah – engah. Bimo kemudian lanjut menggenjot mama dari belakang. 2 menit kemudian, Bimo mengganti posisinya mama menjadi menyamping menghadap ke kamera. Dalam posisi ini, aku bisa melihat dengan jelas penisnya Bimo yang keluar-masuk di vaginanya mama.

“Ahh, ahh, ahh,” desah mama dengan nafas terengah – engah.

3 menit kemudian, Bimo mencabut penisnya, lalu dia merubah posisinya mama menjadi terlentang. Bimo mengocok penisnya di atas perutnya mama. Tidak pakai lama, aku bisa melihat spermanya Bimo muncrat di atas perutnya mama. Bimo kemudian terduduk di samping kanannya mama. Mereka beristirahat dan mengobrol selama beberapa menit. Setelahnya, mama dan Bimo kembali melanjutkan aksinya. Bimo kali ini berbaring di atas ranjang, dan mama berada di atasnya.

“Bentar,” kata Bimo sembari menyetop videonya, “aku juga merekam dari sudut pandangku,” ucapnya kemudian sembari mengklik video yang lain.

Pada video ini, Bimo merekam mama yang berada dalam posisi berlutut di atas penisnya yang mengacung tegak.

“Aku masukin ya,” kata mama sambil menatap ke arah kamera HP-nya Bimo.

“Oke Tante,” sahut Bimo.

Bimo men-zoom kameranya ke penisnya yang mulai masuk ke dalam vaginanya mama secara perlahan. Penis hitam dan besar itu masuk seluruhnya dengan mudah. Mama kemudian mulai menaik-turunkan badannya. Bimo mengarahkan kamera HP-nya ke kedua payudaranya mama yang bergoyang naik-turun. Video dari rekaman ini hanya berdurasi singkat. Bimo lanjut kembali ke video sebelumnya. Kedua mataku fokus menatap mamaku yang sedang menunggangi sahabatku. Bimo menaruh HP-nya di meja, kemudian dia mulai meremas – remas pantatnya mama yang montok.

Kedua tangannya Bimo juga aktif meremas – remas payudaranya mama. Goyangan pinggulnya mama begitu menggoda. Bimo kemudian sedikit menaikkan badannya, lalu dia mengulum payudaranya mama. Mama memeluk kepalanya Bimo, dan dia masih sibuk menggoyang pinggulnya dengan erotis.

*** 

Video mesum ini terus berlanjut. Bimo ngentotin mamaku dalam banyak posisi yang berbeda. Jika kuhitung, Bimo sudah muncrat di dalam vaginanya mama sebanyak 3 kali, sementara mama sudah orgasme sebanyak 5 kali. Bimo kemudian mengajak mama untuk mandi.

“Oke, kita ganti ke video yang lain,” kata Bimo.

Video berikutnya direkam dengan menggunakan HP. Kamera diarahkan ke ruang shower yang dindingnya terbuat dari kaca yang agak buram. Mama dan Bimo masuk ke dalam ruang shower, kemudian terdengar suara air yang mengalir. Kulihat Bimo mengambil botol sabun, lalu dia mulai menyabuni punggungnya mama. Mama juga mengambil botol sabun, lalu dia menuangkan sabun cair di atas payudaranya, dan mama mulai menyabuni area dadanya. Berikutnya, giliran Bimo yang disabuni oleh mama. Bimo tidak tinggal diam, dia meremas – remas dadanya mama dan meraba – raba perut dan selangakangannya. Cukup lama mereka berdua saling meraba badan. Tidak lama kemudian, mama sedikit membungkukkan punggung dengan tangannya menempel ke dinding. Bimo memegang pinggulnya mama, kemudian dia menempelkan selangkangannya di pantatnya mama, lalu dia mulai memaju-mundurkan pinggulnya. Suara desahannya mama mulai terdengar.

“Gila! Mereka ngentot lagi,” ucapku dalam hati.

Mereka ngentot di dalam ruang shower selama 5 menit. Setelah itu, mereka keluar dari kamar mandi.

“Oke, rekaman berikutnya,” kata Bimo sembari meng-klik video yang lain.

Dalam video ini, mama berdiri menghadap pintu masuk. Bimo mendekati mama, lalu memposisikannya menungging sambil berdiri. Bimo mengocok penisnya sebentar, lalu dia kembali memasukkannya ke dalam vaginanya mama. Bimo menyodok mamaku dari belakang dengan tempo yang cukup cepat. Mama mendesah keenakan menikmati sodokan penis dari sahabatku. Bimo dan mama ngentot dalam posisi tersebut selama 6 menit. Setelahnya, Bimo mengambil kameranya, kemudian dia berjalan menghampiri mama.

“Tante pernah anal?” tanya Bimo.

“Belum pernah,” jawab mama, “Tante gak berani nyoba.”

Bimo mencoba membujuk mamaku untuk melakukan anal seks. Pada akhirnya mama setuju setelah Bimo berjanji akan melakukannya dengan lembut. Bimo lalu meminta mama untuk kembali ke kasur. Bimo menempatkan kameranya di posisi yang pas, kemudian dia memposisikan mama menungging di atas kasur dengan kedua lututnya berada di pinggir kasur.

“Video berikutnya,” ucap Bimo seraya mengganti ke video lain.

Video diambil dengan menggunakan kamera HP-nya. Bimo menampilkan bongkahan pantatnya mama yang putih mulus dan montok. Kemudian, dia mengarahkan penisnya yang berada di depan belahan pantatnya mama. Bimo memposisikan kamera HP-nya agar bisa memperlihatkan penisnya yang perlahan masuk ke dalam lubang anusnya mama. Aku hanya bisa terdiam dengan mulut melongo, ketika melihat penis besar dan hitam miliknya Bimo masuk ke dalam pantatnya mama.

“Uggghhh!” lenguh Bimo ketika seluruh batang penisnya masuk ke dalam anusnya mama.

Bimo kembali mengganti ke video yang sebelumnya. Di dalam video ini, Bimo sedang memaju-mundurkan penisnya dengan tempo pelan. Dia menyodok pantatnya mama sambil memegangi pinggulnya. Bimo mempercepat genjotannya ketika melihat mama mulai mendesah, menikmati anal seks pertamanya. Bimo menggenjot anusnya mama selama 7 menit. Mama mengalami dua kali orgasme dalam posisi tersebur. Bimo mendapatkan satu kali orgasme, dan dia menyemprotkan seluruh maninya ke dalam anusnya mama. Setelah itu, mereka berbaring sambil saling merangkul.

“Itu adalah perngentotan yang sangat menyenangkan, hehehe,” ucap Bimo sambil menepuk bahuku.

Aku tersenyum kepada Bimo. “Selamat ya.”

Beberapa menit kemudian, mama dan Bimo melakukan gaya 69. Mereka ngentot dalam gaya tersebut selama kurang lebih 10 menit. Pada satu titik, aku takjub melihat mama masih bisa bernafas dengan penisnya Bimo masuk seluruhnya ke dalam tenggorokannya. Saat aku masih asik menonton, HP-nya Bimo berdering. Yang menelepon ternyata mamaku. Aku terkejut ketika mendengar kalau mama ingin mengajak Bimo bertemu dengannya di hotel ***** selama beberapa jam. Bimo setuju dan dia segera membuat rencana. 

“Semoga beruntung kawan,” kataku.

“Hehehe, makasih kawan,” balas Bimo, “kapan – kapan aku traktir kamu makan dan nonton di mall.”

“Oke,” sahutku.

Aku senang dengan hasilnya. Bimo adalah sahabatku dan aku senang kalau dia senang. Harus kuakui, aku merasa sedikit iri. Bimo sungguh sangatlah beruntung.


Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top